Baca juga :
Telkomsel Gelar Kompetisi Game Berhadiah Rp 600 juta
"Kami sudah melakukan ujicoba ke Beijing, di sana pakai teknologi ride sharing generasi keempat yang tidak menggunakan tiang parkir tapi berakibat pengaturan sepeda jadi tidak berantakan. Makanya, kami mengembangkan model baru yang disebut ride sharing 4+ dengan tiang dan chip di sepeda," ujar Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, Rektor Universitas Indonesia di Kampus UI Depok.
Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel mengklaim pihaknya jadi yang pertama menerapkan sistem NarrowBand IoT (NB IoT) secara komersial di Indonesia. Ia juga mengaku penerapan teknologi NB-IoT yang dipakai pada Spekun menjadi pelengkap platform FleetSight dan Connectivity Control Center Telkomsel.Baca juga :
Kemenpora Dukung Kompetisi eSports Acer APAC Predator League 2018
Eksosistem Spekun yang dibuat Banopolis disematkan pada tiang parkir dan sepeda. Ada pula aplikasi "Spekun" yang tersedia bagi pengguna perangkat Android untuk memesan sepeda sekaligus membuka dan memasang kunci yang mengamankan sepeda ke tiang parkir menggunakan QR Code. Tak hanya berfungsi sebagai pembuka kunci, aplikasi Spekun pun menyediakan informasi lokasi sepeda, lokasi parkir terdekat, dan jumlah sepeda yang tersedia di tiap tempat parkir. Ririek menyatakan implementasi NB-IoT di UI Depok menunjukkan teknologi ini dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas bisnis dan kualitas hidup.Baca juga:
Nintendo Labo, Mainan Canggih Khusus Anak-anak Super Kreatif
Pada awal implementasi NB IoT di Spekun akan menggunakan 20 unit sepeda yang disebar di tiga lokasi, stasiun UI, Stasiun Pondok Cina dan Perpustakaan UI. Rencananya, Telkomsel akan menyediakan 200 unit Spekun untuk membantu pihak UI menyediakan 840 unit sepeda pada tahun 2019.