Telkomsel Tarungkan 32 Startup Terbaik The NextDev 2015 dan 2016

Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, (dua dari kiri) meresmikan The NextDev Academy (source: Telkomsel)

Technologue.id, Jakarta – Tak puas dengan hanya menggelar kompetisi The NextDev dua tahun terakhir, Telkomsel mempersiapkan The NextDev Academy. Ajang tersebut digunakan untuk mempertajam dan mendongkrak kualitas aplikasi atau inovasi yang diciptakan para finalis The NextDev 2015 dan 2016.

Acara yang dilangsungkan mulai Juli hingga Oktober 2017 ini menawarkan insight yang tepat dan bermanfaat, yang diharapkan mampu mengembangkan produk para startup yang didukung oleh operator seluler terbesar di Indonesia secara lebih efektif.

Di samping itu, pendampingan ini juga sebagai langkah antisipasi ketidaksiapan para pelaku startup dan pengembang aplikasi digital karena beragam masalah, dari kurangnya akses ke pemerintah dan kalangan bisnis, kurang terampilnya startup dalam strategi perecanaan produk, hingga minimnya pengetahuan tentang cara benchmark internasional yang baik dan benar.

“The NextDev Academy kami gelar untuk meningkatkan skalabilitas social technopreneurs melalui pengembangan diri dan peningkatan kemampuan di bidang research and customer development, design sprint, branding, product development, serta business model and bootstrapping. Melalui ajang ini, kami mengajak anak muda Indonesia untuk bergerak bersama melalui ide dan inovasi untuk memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat,” jelas Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, pada Technologue.id secara tertulis (14/07/17).

Direkturut Telkomsel Ririek Adriansyah, berfoto bersama pemenang The NextDev 2016, yakni Kostoom, Habibi Garden, dan Juru Parkir (Technologue.id / Denny Mahardy)

Diprediksi, The NextDev Academy bakal jadi ajang yang seru. Sebab, tak cuma mempertemukan para finalis yang terbukti mampu menyingkirkan ratusan calon peserta lainnya, para juara di tahun 2015 dan 2016 juga ikut. Ada GandengTangan.org dengan konsep crowdfunding-nya untuk UMKM, Jukir yang mencoba merevolusi industri parkir di Indonesia menggunakan aplikasi mobile, hingga Habibi Garden, sebuah inovasi Internet of Things (IoT) pertanian presisi yang dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, dan meminimalisir kemungkinan gagal tanam.

Layaknya “perang bintang”, 32 tim peserta The NextDev Academy harus bisa melalui tahapan Assessment, Engagement, Enhancement, Establishment, hingga Inauguration. Setelah melewati berbagai tahapan tersebut, dua evangelist terpilih akan memperoleh reward berupa networking, publicity, virtual office, dan seed money.

 

Baca juga:

Telkomsel Ajak Para Jawara The NextDev 2016 ‘Study Tour’ ke Eropa

Kostoom, Habibi Garden, dan Juru Parkir Jawarai The NextDev 2016

E-Agriculture, Fokus Telkomsel untuk Majukan Indonesia