Technologue.id, Jakarta – Memasuki fase pemulihan pascagempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah, Telkom Group telah memastikan bahwa pemulihan site BTS layanan seluler telah mencapai 80 persen. Sebelumnya, jaringan backbone Telkom rute Palu–Donggala–Makassar dan rute Palu–Parigi– Manado sudah pulih 100 persen beberapa hari yang lalu.

Baca juga:

5 Raksasa Teknologi yang Berdonasi untuk Palu dan Donggala

“Kami bersyukur bahwa saat ini TelkomGroup telah berhasil memulihkan jaringan backbone dari dan menuju Palu serta 80 persen site BTS layanan seluler. Kami akan terus memberikan yang terbaik hingga seluruh layanan telekomunikasidi Palu dan sekitarnya kembali seperti sediakala,” ujar Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo.

Baca juga:

- Advertisement -

Simpati Berikan SIM Card dan Hotspot Wi-Fi Gratis untuk Pemulihan Palu

TelkomGroup mengerahkan ratusan tenaga teknis terlatih, memobilisasi mobile genset dan mobile BTS. Di samping itu sinergi antara Telkom dengan PLN dan Pertamina akan terus berlangsung khususnya dalam hal pemulihan catuan listrik dan penyediaan bahan bakar untuk genset.

Selain mengupayakan pemulihan jaringan telekomunikasi secara maksimal, TelkomGroup bersama tujuh BUMN telah menyalurkan bantuan-bantuan bagi masyarakat yang terdampak. Saat ini, telah disalurkan sejumlah bantuan berupa tenda dan selimut, pakaian, bahan makanan dan dapur umum, air bersih dan MCK, layanan medis dan obat-obatan serta bantuan lainnya senilai Rp22,5 milyar.

Baca juga:

SMS dan Telepon Gratis ke Semua Operator untuk Pelanggan Indosat di Palu

Selain bantuan kemanusiaan tersebut, TelkomGroup juga menyediakan program bantuan khusus berupa fasilitas internet dan telepon gratis di 16 posko tanggap darurat di berbagai lokasi. Tidak hanya itu, TelkomGroup juga menyediakan 157 lokasi Wi-Fi gratis di sembilan kota serta 50 menit paket gratis dan 200 SMS bagi para pengguna Telkomsel di Sulawesi Tengah.

“Kehadiran TelkomGroup dan BUMN lainnya diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Palu dan sekitarnya,” pungkas Arif.