Technologue.id, Jakarta – Salah satu aplikasi sistem kasir, iReap POS (Point of Sales) Lite belum lama ini telah mencapai ratusan ribu pengunduh. Kini terhitung sebanyak 100.000 pelaku usaha ritel melakukan pengunduhan aplikasi untuk perangkat berbasis Android tersebut. Dimana PT Sterling Tulus Cemerlang (STEM) merilis aplikasi iReap Pos Lite pada November 2014 lalu.

Bersamaan dengan selebrasi pencapaian ini STEM sekaligus meresmikan peluncuran versi lanjutan dari iReap Pos Lite. Adapun aplikasi yang bertujuan untuk mempermudah para pengusaha ritel berskala mikro, kecil dan menengah (UMKM) iReap Pos kini dihadirkan versi Pro. Ireap Pos Lite dan Pro sama-sama dapat diunduh tanpa biaya. Meski begitu, CEO dan CO Founder STEM, Andy Djojo Budiman lantas mengatakan bahwa iReap Pos Pro hanya akan diberikan gratis selama 3 bulan. Lewat dari jangka waktu tersebut nantinya para pengguna diharuskan untuk berlangganan dengan membayar sebesar IDR 49.900 per bulan/perangkat.

ireap pos pro 1ireap pos pro 2ireap pos pro 3

iReap Pos merupakan aplikasi bisnis yang bermitra dengan SAP Indonesia dengan memiliki berbagai fungsi penting dalam industri ritel. Sebut saja diantaranya, para pengusaha dapat mencatat proses dan nilai penjualan serta pembelian, menghitung stok barang, melakukan perencanaan pembelian dan pengelolaan sehingga keluar masuknya barang dapat terekam dengan lebih jelas. Cara penggunaannya pun cukup praktis dengan tampilan user interface yang simpel digunakan untuk mengoptimalkan administrasi toko. Tinggal memasukkan saja masing-masing angka diberbagai kolom yang ada, dan seterusnya.

- Advertisement -

Untuk pengguna tersedia pula bermacam pilihan bahasa disamping bahasa Indonesia, yakni Inggris, Perancis Rusia dan Jepang. Sementara bagi pengguna versi Pro setiap konsolidasi transaksi dapat terjadi secara otomatis. Dan seluruh laporan bisa langsung dilihat pada laman situs www.ireappos.com.

Sebagai informasi, iReap Pos Lite juga dirilis diberbagai negara lainnya, seperti Amerika Serikat, Perancis, Rusia, Malaysia, Kamboja, hingga Vietnam. Aplikasi ini didukung pula oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).