Technologue.id, Jakarta – Kalau Anda mendapati ponsel Android dengan merek Singtech P10, berhati-hatilah. Menukil WSJ.com (05/07/2018), ponsel tersebut terendus mengumpulkan data user secara diam-diam lalu menjualnya ke sebuah perusahaan bernama General Mobile Corp alias GMobi.

Baca juga:

Retas Situs Resmi Adidas, Hacker Rampok Jutaan Data Pelanggan

Lewat aplikasi GMobi, mereka bisa mengirimkan data berupa nomor IMEI, MAC address, bahkan lokasi perangkat ke server GMobi di Singapura. Walau tak sedikit aplikasi smartphone lain yang juga mengumpulkan data seperti lokasi hingga daftar kontak user, aplikasi tersebut kebanyakan dipasang secara sadar dan bisa dihapus sewaktu-waktu. Berbeda dengan GMobi yang bersifat bloatware dan hanya bisa dihapus dengan cara yang tak biasa.

Baca juga:

- Advertisement -

Akun Telegram Tim IT KPU Jadi Incaran Hacker, Ada Apa?

GMobi sendiri merupakan perusahaan iklan yang berbasis di Taipei. Di situs resminya, GMobi mengklaim pernah bekerja sama dengan Huawei dan Xiaomi, tetapi keduanya membantah hal tersebut.

Pencurian data ini adalah praktik yang menarget konsumen di negara berkembang. Dengan menawarkan smartphone dengan harga miring, konsumen dari kalangan menengah ke bawah bakal tergiur untuk memakainya kendati membahayakan privasi datanya sendiri.

Baca juga:

Pengguna Aplikasi Mobile Banking Masih Jadi Incaran Lezat Para Hacker

Singtech P10 terpantau dijual di Myanmar dan Kamboja. Spesifikasinya tergolong standar untuk perangkat entry level. Anda hanya akan mendapati jeroan macam RAM 1GB, ROM 16GB, baterai 2.800mAh, dan OS Android Marshmallow. Bahkan, perangkat berkamera 13MP di belakang dan 5MP di depan ini belum mendukung jaringan 4G LTE.