Jakarta — Technologue.id, ajang balap touring nasional Kejurnas ITCR 1200 2026 kembali menyajikan persaingan sengit di Sirkuit Mandalika, NTB, pada Sabtu-Minggu (15-16/8). TOYOTA GAZOO Racing Indonesia (TGRI) berhasil menutup dua seri balapan tersebut dengan torehan manis, di mana pembalap termudanya, Farrel Rafellyno Augusto, sukses meraih podium di Kelas Non Seeded.

Mengandalkan andalan terbaru, New Agya Stylix, Farrel menunjukkan performa impresif sepanjang 12 laps balapan. Pada Seri ke-3 yang digelar Sabtu (15/8), ia berhasil finis di Posisi ke-3 Kelas Non Seeded, sekaligus membuktikan kemampuan bertarung di antara para senior yang lebih berpengalaman. Hasil ini menjadi modal berharga bagi pembalap muda tersebut untuk tampil lebih agresif di seri berikutnya.

Keesokan harinya, Minggu (16/8), Farrel tampil lebih percaya diri dan berhasil memuncaki podium. Ia mengamankan Posisi Pertama Kelas Non Seeded pada Seri ke-4 dengan catatan waktu total 28:42.791. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras tim engineer TGRI dalam memaksimalkan potensi New Agya Stylix telah membuahkan hasil yang signifikan di lintasan.

Sementara itu, rekan setim Farrel, Amato Rudolph, harus berjuang lebih keras pada dua seri balapan ini. Meski sempat dilanda masalah teknis pada kendaraannya, Amato tetap menunjukkan kegigihan dengan bertahan di posisi lima besar klasemen overall. Ia berhasil menyelesaikan Seri ke-3 di Posisi ke-4 dengan total lap time 25:14.903, sebelum akhirnya finis di Posisi ke-5 pada Seri ke-4 dengan waktu 28:43.683.

Perjuangan Amato tidak sia-sia, karena posisinya di lima besar overall menjadi krusial dalam menjaga peluang TGRI di klasemen sementara pembalap dan tim. Dukungannya di lintasan juga menjadi faktor penting yang membantu Farrel berada di posisi terdepan hingga bendera finish dikibarkan pada Seri ke-4. Strategi balap yang solid ini menunjukkan kekompakan tim yang luar biasa.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, mengungkapkan apresiasinya terhadap performa kedua pembalap TGRI. Ia menyoroti kepercayaan diri Farrel yang tampil tanpa gentar menghadapi serbuan pembalap lain yang sangat agresif, serta perjuangan Amato yang bertahan di posisi lima besar meski menghadapi kendala teknis.

“Selamat kepada pembalap TGRI Farrel Rafellyno Augusto yang tampil penuh percaya diri ketika bertarung di antara para senior di Kejurnas ITCR 1200 2026 yang sangat kompetitif. Tidak gentar menghadapi serbuan pembalap lain yang sangat agresif, Farrel berhasil naik podium ke-3 seri ke-3 dan podium pertama seri ke-4 kelas Non Seeded,” jelas Bansar Maduma dalam keterangan resminya.

Ia juga menambahkan, “Kami juga mengapresiasi perjuangan Amato Rudolph yang bertahan di posisi lima besar overall meski harus menghadapi masalah teknis.” Pernyataan ini menegaskan bahwa TGRI tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga menghargai proses dan perjuangan setiap pembalapnya di lintasan yang kompetitif.

Performa New Agya Stylix pada ajang ini dinilai cukup menjanjikan. Kedua pembalap TGRI berhasil start dari posisi lima besar pada Seri ke-3, menunjukkan bahwa mobil balap andalan mereka memiliki potensi yang kompetitif sejak awal balapan. Amato bahkan sempat bersaing ketat memperebutkan posisi tiga besar sebelum akhirnya harus keluar lintasan dan kembali finis di posisi ke-4.

Persaingan semakin memanas pada Seri ke-4, di mana dua lap terakhir berlangsung sangat ketat dan seru. Farrel yang berada di posisi ke-4 harus berusaha keras bertahan dari sergapan dua kompetitor yang saling berebut racing line. Sementara itu, Amato mencoba mencuri kesempatan dari aksi bumper-to-bumper dan saling overtaking yang menegangkan.

Farrel Rafellyno Augusto mengaku sangat senang dengan hasil yang diraihnya pada debut bersama TGRI kali ini. Ia menyebutkan bahwa kerja keras engineer TGRI dalam memaksimalkan performa New Agya Stylix telah meningkatkan rasa percaya dirinya saat berada di balik kemudi. Dukungan dari Amato yang juga berperan sebagai mentor juga disebutnya sangat membantu.

“Saya sangat senang karena debut saya bersama TGRI kembali berbuah manis kali ini. Kerja keras engineer TGRI yang berhasil memaksimalkan performance New Agya Stylix, meningkatkan rasa percaya diri dari balik kemudi. Dukungan Mas Amato yang juga menjadi mentor, sanggup membuat saya berlomba dengan tenang dan lepas dari tekanan,” ujar Farrel.

Ia pun berharap dapat tampil lebih baik lagi pada seri-seri berikutnya, “Semoga seri berikutnya kami bisa tampil lebih baik dan lebih kompetitif agar dapat terus berlomba di grid terdepan dan membuka peluang juara.” Target ini sejalan dengan semangat TGRI yang terus berupaya mendominasi ajang balap touring nasional musim ini.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Hiroyuki Oide, juga memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih TGRI. Ia menegaskan bahwa perjuangan tim balap tersebut merupakan bagian dari upaya Toyota dalam mendukung kegiatan motorsport sebagai sarana pembibitan talenta lokal sekaligus pengembangan produk-produk unggulan mereka. Hal ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Model Gazoo Racing terbaru kepada masyarakat luas.

“Selamat atas prestasi TOYOTA GAZOO Racing Indonesia (TGRI) yang terus Pushing the limit for Better di tengah persaingan balap touring nasional yang sangat ketat. Perjuangan TGRI merupakan bagian dari upaya untuk mendukung kegiatan motorsport sebagai sarana pembibitan talenta lokal dan pengembangan produk-produk Toyota,” kata Hiroyuki Oide.

Partisipasi TGRI dan tim balap lain yang menggunakan Toyota diharapkan dapat menjadi masukan berharga bagi pengembangan mobil Toyota di masa depan. Selain itu, kehadiran mereka di ajang balap juga bertujuan untuk menyebarkan Joy & Excitement of GR kepada para motorsport enthusiast di Indonesia. Dukungan ini sekaligus memperkuat posisi Toyota di industri otomotif nasional, sejalan dengan kehadiran Toyota Land Cruiser 300 HEV yang baru saja debut.

Keberhasilan TGRI di Sirkuit Mandalika ini menjadi bukti konsistensi mereka dalam mengembangkan talenta muda berbakat di dunia balap nasional. Dengan dukungan teknologi dan strategi yang matang, TGRI optimis dapat terus bersaing di papan atas klasemen hingga akhir musim. Pengalaman berharga dari dua seri balapan ini akan menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan di seri-seri selanjutnya, sekaligus memperkuat tradisi kemenangan mereka di ajang bergengsi ini.