Tim Cook: Apple Ada Karena Para Imigran

CEO Apple, Tim Cook (source: Apple)

Technologue.id, Jakarta – CEO Apple, Tim Cook, berdiri berseberangan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Penerus Steve Jobs itu tak sepakat dengan keputusan Trump yang menutup pintu AS untuk para imigran dari tujuh negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, yakni Iran, Irak, Libia, Somalia, Sudan, Siria, dan Yaman.

Kepada para pegawai Apple, Cook mengirimkan memo yang menunjukkan sikapnya yang tak setuju dengan Trump dan akan membela para karyawannya, terutama yang berstatus sebagai warga AS pendatang.

“Saya juga sepemikiran dengan Anda. Itu [larangan masuk untuk imigran] bukan kebijakan yang kami dukung,” tulis pria berkacamata itu seperti dikutip dari CNET (28/01/17).

Lebih lanjut, Cook menjelaskan bahwa perusahaan yang ia pimpin adalah perusahaan yang terbuka. Siapa pun, tak peduli latar belakang kewarganegaraannya, berkesempatan untuk bergabung.

“Apple itu terbuka, terbuka terhadap semua orang, tak peduli dari mana ia berasal, bahasa apa yang mereka tuturkan, siapa yang mereka cintai, atau bagaimana mereka berdoa. Pegawai kami merepresentasikan talenta terbaik di dunia dan tim kami dikumpulkan dari tiap penjuru Bumi.”

Memo ini muncul setelah Trump memberlakukan larangan terhadap warga dari tujuh negara tersebut memasuki wilayah AS selama tiga bulan pada Jumat (27/01/17) waktu setempat. Menurut Trump, aturan ini dapat melindungi negara dan warganya dari aksi terorisme serta upaya mengganggu perdamaian di AS. Namun bagi Apple, aturan ini ternyata dinilai dapat menghambat inovasi mereka dan tidak sesuai dengan budaya mereka yang menghargai keberagaman dan anti-diskriminasi.

 

Baca juga:

Jadi Presiden AS, Donald Trump ‘Buang’ Ponsel Android-nya

Donald Trump: Internet Tidak Aman, Pakai Ini Saja!

Bos Facebook Kecewa Dengan Terpilihnya Donald Trump