Tim Pengembangan Alat Pelacak Resmi Menangkan Kompetisi Go-Jek, Go-Hackathon

Technologue.id, Jakarta – Salah satu aplikasi ojek online lokal, Go-Jek akhirnya mengumumkan pemenang utama kompetisi teknologi berbasis open source untuk solusi permasalahan sehari-hari bertajuk Go-Hackathon pada hari Selasa kemarin (25/4/2017) di Kantor Go-Jeck, Pasaraya Grand, Jakarta.
“Berangkat dari pilar Go-jek, maka melalui ajang kompetisi teknologi seperti Go-Hackathon kami ingin anak-anak muda Indonesia jadi generasi penuh inovasi dan kami berharap dapat memberikan dampak sosial di masyarakat,” ujar Monica Oudang, HR Director Go-Jek Indonesia saat sebelum mengumumkan sederet pemenang kompetisi ini.
Sejak dibuka pendaftaran peserta sejak Februari 2017 lalu, tiga (3) tim berhasil menjadi pemenang setelah mengalahkan 36 tim finalis lainnya dari total ribuan total pendaftar. Adapun kompetisi hacking marathon yang merupakan gelaran perdana yang diadakan aplikasi tersebut bertemakan #Karyatanpabatas.
Untuk juara pertama diraih oleh tim Sailly asal Bandung, posisi kedua diraih tim SSX_Ceria dan pemenang ketiga yakni tim Quantum Sigmoid dari Jakarta. Dimana pemenang I yang beranggotakan tiga mahasiswa teknik tersebut raih penghargaan berkat karyanya dalam mengembangkan layanan pelacak menggunakan Beacon yang mampu memancarkan sistem Bluetooth. Berfungsi untuk bantu pengguna menemukan barang-barang yang hilang di jalan.Untuk inovasinya tersebut tim Sailly lantas memenangkan hadiah utama berupa uang tunai sebesar Rp 120 juta.
Sedangkan juara ke dua yang mengembangkan Caprisa, sebuah helm pintar dengan kemampuan mengirim sinyal bahaya saat pengguna kcelakaan dan sebagainya berhasil mendapatkan hadiah perangkat Macbook Pro kepada masing-masing anggota tim.
Terakhir, juara III yang menciptakan layanan berbasis loud food image recognition dengan memanfaatkan teknologi atificial intelligence serta deep learning mendapatkan hadiah smartphone Google Pixel.
“Buat para pemenang menurut kami telah berhasil memenuhi tiga kriteria, mulai dari orisinalitas ide yanbg mereka miliki, kegunaan dari produk yang diciptakan, dan apakah pengembangan mereka nantinya dapat diimplementasikan,” jelas Oudang lagi.
Paska menyelesaikan kompetisi dalam menemukan inovasi teknologi karya anak muda tersebut, sayangnya ia mengaku kalau meski karya yang mereka ciptakan sekiranya dapat menunjang fitur di aplikasi Go-Jek, namun pihaknya belum tentu bakal segera mengajak ketiga pemenang bekerjasama. Sebab baginya, teknologi besutan ketiganya belum bisa diimplementasikan dalam waktu dekat kedalam aplikasi Go-Jek.