“Tinder” Khusus Pendukung Donald Trump Tuai Kontroversi

Technologue.id, Jakarta – Anda pastinya punya kriteria tersendiri dalam memilih pasangan. Mungkin, beberapa di antara Anda tak mementingkan memiliki pasangan hidup yang cantik atau tampan, kaya, ataupun pintar, tetapi cukup punya satu pandangan politik dan/atau politisi idola yang sama.

Faktanya, pencarian pasangan memang kini lebih politis. Studi yang dilakukan Tinder di tahun 2016 lalu menemukan bahwa pelaku online dating ternyata amat mempertimbangkan pandangan politik pasangannya. 71 persen di antara mereka gagal melanjutkan hubungan karena adanya perbedaan pandangan politis.

Baca juga:

Ternyata Ini Alasan Google Lenyapkan Fitur ‘View image’

Fenomena ini yang tampaknya dimanfaatkan oleh dua situs online yang baru menyeruak: Trump Dating dan TrumpSingles, setelah sebelumnya juga hadir situs serupa untuk pendukung Bernie Sanders, politisi AS. Melansir BusinessInsider.com (18/02/2019), platform tersebut hadir secara eksklusif di tengah-tengah pendukung presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump, dan mereka yang ada di belakang partai Republik.

Baca juga:

Selingkuh di Situs Cari Pacar Online Bakal Lebih Sulit, Ini Sebabnya

Namun, “Tinder” khusus supporter Trump itu tak 100 persen diterima oleh masyarakat Negeri Paman Sam. Selain makin membuat polarisasi di tengah masyarakat, Trump Dating juga dikritik atas sikap anti-LGBT-nya. Hanya ada opsi bagi wanita dan pria straight di platform ini, bukan yang lain.

"Tinder" Khusus Pendukung Donald Trump Tuai Kontroversi
Tampilan laman utama situs Trump.Dating (source: BusinessInsider.com)

Di samping itu, Trump Dating ternyata turut memfasilitasi orang-orang yang sudah menikah untuk mencari pasangan lagi. Bahkan, ada opsi status “unhappily married” atau “menikah tapi tak bahagia” di sana, selain “happily married”.

Baca juga:

Tahun 2017, Google Bagi-bagi Rp41 Miliar Buat Para Hacker Saja

Sedangkan TrumpSingles secara frontal juga menekankan betapa situs ini cocok untuk pemilih Trump di pemilu AS 2016 lalu. Tagline platform tersebut mengadopsi slogan suksesor Barrack Obama itu saat pemilu, yakni “Make Dating Great Again”.

Recent Articles

Facebook Akui Kewalahan Hapus Konten Kebencian

Technologue.id, Jakarta - Facebook telah mendapat banyak kritik dalam beberapa minggu terakhir setelah keputusannya mengijinkan postingan kontroversial dari Presiden AS Donald Trump...

Fokus di Gaming, Mediatek Luncurkan Chipset Kembar Helio G25 dan G35

Technologue.id, Jakarta - MediaTek meluncurkan cip terbarunya dalam seri G yang berfokus pada smartphone gaming, MediaTek Helio G25 dan G35. Cip-cip terbaru...

Update Grindstone’s Back to the Grind Sudah Hadir, Tambah 15 Level Baru dan Peralatan Baru

Technologue.id, Jakarta - Menyusul update Grindstone pada bulan April, Capybara Games kali ini membawa hal baru lagi dengan game lain. Kali ini disebut "Back...

Dua Hari Rilis, Realme C11 Ludes dalam Waktu 4 Menit

Technologue.id, Jakarta - Realme C11 yang rilis pada 30 Juni lalu telah terjual sebanyak 10.000 unit. Realme mengklaim ponsel terbarunya itu ludes...

Telkomsel Manfaatkan Peluang Bisnis Home Broadband Lewat ‘Orbit’

Technologue.id, Jakarta - Penetrasi Home Broadband atau internet kabel di Indonesia masih rendah. Bahkan bila dibandingkan dengan negara berkembang lain, Indonesia masih...

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here