Technologue.id, Jakarta – Tahun 2013 silam, masyarakat dikenalkan dengan metode pencarian teman atau pasangan yang unik, yakni dengan mengusap layar smartphone ke kanan untuk menyukai seseorang dan sebaliknya untuk pengguna yang dinilai kurang menarik. Itulah keistimewaan dari Tinder.

Tiga tahun berjalan, Tinder mulai memosisikan dirinya lebih dari sekadar aplikasi pencari pacar. Di India, misalnya, negara tempat terjadinya 90 persen pernikahan hasil perjodohan, Tinder begitu diiminati. TechInsider (17/6/16) menuliskan kalau peningkatan user di India mencapai 400 persen di tahun 2015.

Di sinilah Tinder ingin berperan lebih untuk masyarakat. Di tengah tabunya aktivitas pacaran di negeri Taj Mahal itu, Tinder berusaha untuk menyediakan opsi jodoh, utamanya pada wanita.

Kondisi yang hampir sama sebenarnya juga bisa ditemui di Indonesia. Online dating masih dianggap tabu, tetapi anggapan itu mulai terkikis sedikit demi sedikit seiring dengan bertambahnya pengguna smartphone dan internet dari kalangan anak muda.

Share this