HeadlineTips Menjaga Kerahasiaan dan Keamanan Data Konsumen

Tips Menjaga Kerahasiaan dan Keamanan Data Konsumen

Technologue.id, Jakarta – Pengguna layanan digital di Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 37% selama pandemi Covid-19.

Perkembangan pesat pada sektor ini juga diikuti dengan beberapa konsekuensi, seperti maraknya penipuan pembeli, kebocoran data sensitif, atau lebih dikenal dengan istilah cyber-crime.

Berdasarkan survei Cybersecurity Exposure Index (ICE) di tahun 2020, indeks kejahatan siber di Indonesia saat ini mencapai 0,62. Nilai tersebut lebih tinggi dari rata-rata global yang berkisar 0,54. Hal ini menjadi catatan penting bagi para pelaku bisnis, perbankan, dan industri finansial untuk meningkatkan keamanan siber.

Xendit, perusahaan teknologi finansial, mengajak konsumen umum dan mitra bisnis Xendit untuk mempertimbangkan beberapa tips penting guna meningkatkan kerahasiaan dan keamanan data ketika bertransaksi online.

Baca Juga:
5 Tips Mudah dan Aman untuk Backup Semua Data

Berikut tips keamanan data untuk konsumen umum dan pelaku bisnis.

Bagi konsumen umum:

  • Jangan memberikan kode one-time password (OTP) ke pihak manapun.
  • Menggunakan kata sandi yang sulit untuk ditebak namun mudah untuk diingat. Misalnya, alih-alih menggunakan angka tanggal kelahiran, gunakan kalimat seperti: “SayaLahirJumat10Mei”

Faktanya, hacker hanya membutuhkan 10 menit untuk bisa memecahkan kata sandi yang terdiri dari 6 karakter atau kurang. Dan 80% kasus kebocoran data disebabkan oleh lemahnya kata sandi pengguna, berdasarkan data Verizon.

  • Aktifkan dua lapisan keamanan, seperti multi-factor authentication (MFA), atau fitur pengenalan wajah dan sidik jari. MFA merupakan salah satu cara terbaik untuk menghindari pembajakan akun. Microsoft mencatatkan percobaan pembajakan akun hingga 300 juta kali setiap harinya, namun aktivasi MFA bisa memblokir 99.9% diantaranya, bahkan walaupun hacker sudah memiliki password kita. Google juga mengklaim bahwa aktivasi MFA bisa memblok 99% percobaan phishing dan 66% percobaan pembajakan email.
  • Ketika berbelanja online, gunakan layanan cek rekening. Sebelum melakukan transfer untuk pelunasan transaksi online, pembeli bisa mengecek status rekening bank penjual di cekrekening.id. Situs yang dibuat oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi RI ini mengumpulkan laporan dari rekening-rekening yang biasa dipakai untuk penipuan. Sepanjang tahun 2021, Cekrekening telah menerima laporan aduan penipuan jual-beli online hingga 115.756 kasus, dan 167.675 kasus di tahun lalu.
  • Cek akun media sosial toko. Maraknya penipuan jual-beli online memiliki pola yang mirip. Biasanya, akun Instagram toko online memiliki jumlah pengikut besar tapi interaksi minim (tidak ada like, comment). Selain itu, foto-fotonya tampak generik, lebih blur, dan resolusi rendah karena biasa diambil dari toko-toko resmi lain.

Baca Juga:
Tips Tangkal Penipuan via Email di Facebook dan Instagram

Bagi pelaku bisnis yang menggunakan payment gateway:

  • Selalu berhati- hati dalam memberikan izin dan akses kunci API/ kode OTP
  • Membedakan kata sandi dan kredensial untuk menghindari resiko pengambilalihan dasbor.
  • Rutin menghapus kunci API/OTP yang sudah tidak digunakan, dan meng-update kata sandi secara berkala.
  • Selalu menjaga kerahasiaan dari kata sandi dan kunci API di ruang publik, dan tidak mempercayai pihak manapun yang menghubungi di luar platform resmi (contoh melalui WhatsApp).
  • Bagi setiap organisasi atau perusahaan, dianjurkan untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pelatihan keamanan dalam hal payment gateway.

Xendit memiliki tim Pencegahan Penipuan, yang akan memblokir transaksi-transaksi tidak wajar secara otomatis. Baik penjual dan pembeli bisa bertransaksi dengan tenang, aman, dan mudah, dengan lebih dari 20 metode pembayaran yang ditawarkan Xendit.

“Kami berkomitmen untuk menjalankan Fraud Education Campaign, yang harapannya dapat mengedukasi masyarakat dan membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan. Bersama- sama, Xendit berharap dapat berkontribusi lebih dalam upaya mengurangi penipuan online dan kejahatan siber di Indonesia,” kata Theo Mitsutama, Senior Engineering Manager Xendit.

Related articles

Ransomware Magniber Bidik Warga Tajir Singapura

Technologue.id, Jakarta - Pihak berwenang Singapura telah memperingatkan adanya...

Tiga Cara Mengatasi Instagram yang Tidak Bisa Memuat Beranda

Technologue.id, Jakarta - Instagram merupakan salah satu aplikasi sosial...

Cara Cek Rekening Penipu atau Bukan, dan Bagaimana Melaporkannya

Technologue.id, Jakarta - Penipuan daring masih kerap terjadi. Hal...

Jangan Anggap Remeh, 5 Alasan Aplikasi Harus Rajin di Update

Technologue.id, Jakarta - Tanpa aplikasi sebuah smartphone tidak bisa...

Cara Pakai Google Maps Offline untuk Mudik

Technologue.id, Jakarta - Mudik sudah menjadi tradisi di Indonesia...