Home Headline Tobat, Kelompok Peretas Ini Nyatakan Pensiun dari Kejahatan Siber

Tobat, Kelompok Peretas Ini Nyatakan Pensiun dari Kejahatan Siber

Technologue.id, Jakarta – Kelompok peretas FonixCrypter resmi menghentikan operasi siber mereka. Hal ini disampaikan langsung lewat akun Twitter baru-baru ini.

“Saya admin FonixCrypter. Atas apa yang kami lakukan, kami akan menggunakan kemampuan kami ke arah yang positif, untuk membantu sesama,” katanya.

Tak hanya menghentikan operasinya, FonixCrypter juga turut menebus dosanya dengan membagikan kunci dan alat dekripsi (dekriptor) beserta tata cara menggunakannya.

Dekriptor sendiri berguna bagi mereka yang pernah menjadi korban. Ini akan memulihkan file secara gratis tanpa perlu membayar tebusan.

Baca Juga:

Malware Paling Bahaya di Dunia Berhasil Dilumpuhkan


Sayangnya bekum diketahui kapan alat ini akan mulai dibagikan. FonixCrypter hanya menyebut bahwa dekriptor akan tersedia sesegera mungkin.

“Seluruh kode ransomware telah kami hapus. Dan dekriptor akan segera tersedia untuk publik dalam waktu dekat,” ujarnya.

Banyak pihak menilai kebaikan FonixCrypter ini adalah kebaikan terselubung. Dekriptor yang dihadirkan bisa saja justru berisi malware lain yang lebih berbahaya.

Namun menurut Allan Liska, peneliti keamanan Recorded Future apa yang dikatakan kelompok siber ini benar adanya. Ia juga telah memverifikasi bahwa dekriptor yang diberikan akan berfungsi dengan baik.

Baca Juga:

Hacker Penyerang Perusahaan Vaksin Covid-19 Akhirnya Terungkap


“Kunci dekripsi yang disediakan oleh pelaku di balik ransomware Fonix tampaknya sah, karena itu membutuhkan setiap file untuk didekripsi secara individual,” katanya dikutil ZDNet, Selasa (2/1/2021).

“Yang penting adalah mereka menyertakan kunci utama, yang seharusnya memungkinkan seseorang untuk membangun alat dekripsi yang jauh lebih baik,” tambahnya.

Kelompok FonixCrypter sendiri telah membuat resah dunia siber sejak Juni 2020. Kelompok ini menggunakan setidaknya tujuh varian kode FonixCrypt yang berbeda untuk menyerang korbannya.