Technologue.id, Jakarta – Momen Idul Adha sepertinya makin semarak setelah sejumlah e-commerce Tanah Air menuangkan inovasinya. Tokopedia, contohnya, sudah mulai mengajak masyarakat Indonesia untuk menyalurkan kurbannya secara online.

Hasilnya mulai signifikan. Pergeseran aktivitas masyarakat ke online membuat transaksi kurban online meningkat 500 persen. Salah satunya disebabkan oleh mudahnya berkurban di dunia maya, ditambah lagi dengan harga yang kompetitif serta transparansi penyaluran dari pihak e-commerce.

Baca juga:

Raksasa E-Commerce Tiongkok Suntik Tokopedia Rp6,7 Triliun

“Tren kurban via online terus meningkat setiap tahunnya. Tahun lalu saja, transaksi hewan kurban meningkat 500% dari tahun sebelumnya. Hal ini menandakan semakin tingginya antusiasme masyarakat akan kemudahan berkurban via online,” jelas Communications Lead Tokopedia, Siti Fauziah.

Nah, dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha yang akan jatuh pada 1 September 2017 mendatang, Tokopedia sudah meresmikan kerja samanya dengan tujuh lembaga penyalur kurban. Mereka adalah Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, PKPU, Baznas, Aksi Cepat Tanggap (ACT), NU Care dan Laz Al Azhar.

Tokopedia: Kurban Online Saat Idul Adha Naik 500 Persen
Tokopedia Kurban

Baca juga:

Unik, Ketik #Tokopedia di Tweet Anda dan Lihat Apa yang Terjadi!

“Tujuh lembaga terpercaya yang kami gandeng dalam ‘Tokopedia Kurban’ inilah yang nantinya akan membantu Toppers (pengguna Tokopedia, ed.) mendistribusikan hewan kurban yang dibeli melalui tokopedia.com/kurban ke seluruh penjuru Indonesia bahkan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau,” imbuh Puji pada redaksi dalam keterangan resminya (08/08/17).

Baca juga:

Di Sini Tempat Belanja Online Teramai Selama Ramadan 2017, Bukan Lazada!

Dalam program ini, Tokopedia juga memberikan kebebasan pada para donatur untuk menentukan lembaga mana yang dipercaya mengelola dana untuk berkurban. Yang juga unik, target kurban tersebut juga bermacam-macam.

ACT, misalnya, menyediakan kambing seharga Rp1.750.000 dan sapi seharga Rp12.250.000 per ekornya yang akan didistribusikan ke 250 kabutpaten kota di 34 provinsi se-Indonesia. Sementara Rumah Zakat mengolah dan mengemas dulu daging kurban sumbangan masyarakat menjadi kornet dan rendang sebelum disalurkan.