Jakarta – Technologue.id – PT Toyota-Astra Motor (TAM) resmi membuka fasilitas Waste Station di kawasan Balai Kota DKI Jakarta. Peresmian ini menjadi langkah baru dalam pengelolaan sampah anorganik di Ibu Kota.

Waste Station yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, diresmikan pada Jumat (3/7/2026). Acara tersebut bertepatan dengan penyelenggaraan Jakarta Eco Future Festival dan dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi antara Toyota dengan perusahaan pengelola sampah Rekosistem. Program ini melanjutkan kerja sama yang sebelumnya telah menghadirkan fasilitas serupa di Golf Island Pantai Indah Kapuk dan Mall of Indonesia.

Toyota menegaskan bahwa pembangunan Waste Station menjadi bagian dari komitmen perusahaan. Langkah ini mendukung target Pemerintah Indonesia untuk mencapai net zero carbon emissions.

Melalui fasilitas tersebut, Toyota ingin mendorong kesadaran masyarakat dalam memilah sampah. Khususnya sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dan dapat didaur ulang.

Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor, Takuya Yokohama, mengatakan Waste Station tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah. Fasilitas ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas.

"Kehadiran Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta merupakan bagian dari komitmen Toyota untuk memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Kami berharap fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah anorganik, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang mampu menginspirasi masyarakat untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya," ujar Takuya Yokohama.

Ia menambahkan, kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Rekosistem diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Hal ini sekaligus mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.

Melalui program Toyota Berbagi, perusahaan secara konsisten menjalankan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Waste Station menjadi salah satu bentuk nyata upaya Toyota dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Inisiatif tersebut juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemerintah terus mendorong pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga dan memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Toyota meyakini sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci. Kerja sama ini penting untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah perkotaan yang lebih efektif.

Berbeda dengan fasilitas serupa, Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta dirancang sebagai Sustainability Living Lab pertama. Selain menjadi tempat pengumpulan sampah anorganik, fasilitas ini juga berfungsi sebagai pusat edukasi lingkungan.

Masyarakat dapat mempelajari pentingnya memilah sampah dari sumbernya. Mereka juga bisa memahami bagaimana sampah anorganik dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Dengan potensi sekitar 10.000 pengunjung setiap hari di kawasan Balai Kota DKI Jakarta, Toyota berharap fasilitas tersebut mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. Kebiasaan baru dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab pun diharapkan terbentuk.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor, Jap Ernando Demily, menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat memiliki peran yang sama penting.

"Toyota percaya bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan aksi kolektif dan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan masyarakat. Karena itu, Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta diharapkan menjadi model edukasi lingkungan dan pengelolaan sampah yang mudah diakses masyarakat, sekaligus terus dikembangkan agar memberikan dampak positif yang lebih luas bagi Jakarta maupun Indonesia," kata Jap Ernando Demily.