TV Pintar ikut Berantas DBD

Technologue.id, Jakarta – Ketika mayoritas pabrik televisi dewasa ini memilih untuk memproduksi smartTV atau televisi yang mampu menampilkan resolusi tertinggi, LG berbeda. Vendor asal Korea Selatan itu malah mengenalkan TV pengusir nyamuk untuk konsumennya di India.

Seperti dilansir oleh CNET.com (7/6/16), TV terbaru LG itu dilengkapi dengan perangkat ultrasonik yang bisa mengusir nyamuk dengan gelombang suara. LG juga mengklaim kalau tak ada radiasi atau zat kimia yang ditimbulkan dari TV ini, sehingga aman untuk manusia.

Keputusan LG untuk merilis TV semacam ini muncul setelah mempelajari pasar India. Mereka menemukan kalau belum ada perangkat rumahan seperti TV ini yang beredar di negeri Taj Mahal tersebut. Terlebih, di ibu kota India saja, New Delhi, tahun lalu ada 10 ribu lebih pasien yang menderita akibat serangan nyamuk.

Soal harga, produk televisi dari lini Mosquito Away ini dibanderol bervariasi, yakni mulai Rp 5 jutaan (32 inci) sampai Rp 9 jutaan (43 inci). Kira-kira, TV ini bakal masuk Indonesia tidak ya? Mengingat India dan Indonesia kan sama-sama negara tropis, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di sini pun tinggi.

Recent Articles

Bantu Cegah Penyebaran COVID-19, Siemens Sumbang APD dan Ventilator ke 61 Rumah Sakit Rujukan

Technologue.id, Jakarta - Siemens Indonesia dan Siemens Healthineers Indonesia menyumbangkan Alat Perlindungan Diri (APD) dan ventilator sebagai upaya bantuan pencegahan penyebaran COVID-19...

Trending #RakyatDukungNewNormal di Twitter

Technologue.id, Jakarta - Cara hidup berdampingan dengan Covid-19 atau yang disebut new normal mulai dijalankan di beberapa negara. Di Indonesia, new normal...

Asal Mula PUBG Mobile

Technologue.id, Jakarta - PUBG Mobile telah pecahkan hampir semua rekor dan jadi salah satu game mobile terbesar dan tersukses yang pernah dibuat. Namun...

Bocor, Ini Tahun Rilis GTA VI

Technologue.id, Jakarta - Bocoran terkait kehadiran Grand Theft Auto (GTA) VI kembali mencuat. Kali ini, dikatakan bahwa gim open world tersebut akan...

Alternatif Baru Belanja Sayur Mayur Selama Pandemi COVID-19

Technologue.id, Jakarta - Merebaknya pademi COVID-19 membuat pasar produk pangan mengalami shifting demand dari Business-to-Business (B2B) seperti hotel, restoran dan kafe menjadi...

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here