Technologue.id, Jakarta – Beberapa tahun ke belakang, bisnis GoPro tengah meredup, meskipun produk besutan mereka memang diakui memiliki kualitas yang bagus. Kelesuan ini disebabkan banyaknya action cam kompetitor yang beredar di pasaran dengan harga yang lebih terjangkau.

CEO GoPro, Nick Woodman mengatakan bahwa perusahaannya akan mengatur ulang targetnya tahun ini. Langkah tersebut ditunjukkan dengan GoPro yang resmi meluncurkan action cam kelas entry-level yang disebut GoPro Hero.

Baca juga:

Segini Harga Kamera Mini Google Berteknologi AI, Minat Beli?

- Advertisement -

GoPro Hero sanggup merekam video dengan resolusi maksimal 1440p pada 60 frame per detik. Selain itu action cam anyar ini dapat mengambil foto dalam mode burst sebanyak 10 frame per detik. Sayangnya, kamera ini tidak dapat digunakan untuk merekam dalam mode slow motion atau dengan resolusi 4K.

Baca juga:

Yi Horizon VR180, Kamera VR Buatan Xiaomi

Di balik kap mesinnya, GoPro tidak menggunakan prosesor GP1. Mereka justru membenamkan chip dari Amberella, yang mana chip ini juga digunakan produsen actionharg cam lain seperti Xiaomi Yi.

Fitur lainya termasuk layar touchscreen seluas 2 inci, digital video stabilization, serta kontrol berbasis suara. GoPro Hero mampu tetap beraksi di dalam air hingga kedalaman 30 kaki dan telah dilengkapi dengan beragam aksesoris.

Baca juga:

Setelah Dua Tahun Rugi, GoPro Berhasil Raih Profit

Tidak seperti action cam sebelumnya yang berharga relatif cukup mahal, kini GoPro Hero hanya dibanderol seharga USD 199 atau setara dengan Rp 2,7 juta.