Uber Dikeroyok Microsoft, Google, dan Facebook, Ada Apa?

Ilustrasi Uber (source: Uber)

Technologue.id, Jakarta – Buntut dari regulasi Donald Trump terkait pelarangan terhadap imigran dari tujuh negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam ternyata panjang. Selain memantik reaksi beberapa masyarakat yang tidak setuju dengan aturan tersebut hingga terjadi demonstrasi di beberapa kota, perusahaan teknologi Amerika Serikat pun menjadi terbelah.

Di pihak Trump, berdirilah Uber, yang CEO-nya tergabung dalam forum penasihat Trump dari kalangan pebisnis top. Dikutip dari CNET (29/01/17), melalui pernyataan tertulis, Travis Kalanick menyatakan ia mendukung keputusan presiden dan tidak terlalu memikirkan nasib mitra maupun pegawainya yang terkena dampak aturan tersebut. Kendati begitu, ia mengaku akan tetap menawarkan bantuan yang diperlukan.

Sikap Uber itu langsung disambut protes dari masyarakat. Di Twitter, tagar #DeleteUber menjadi trending topic di hari Minggu waktu setempat. Beberapa selebriti, seperti Lena Dunham, adalah pendukung pemboikotan terhadap Uber.

Di sisi lain, ada Microsoft, Google, dan Facebook yang menyusul Apple dengan tak menyepakati strategi imigrasi Trump. Melansir BusinessInsider (29/01/17), CEO Microsoft, Satya Nadella, mengatakan perusahaannya akan membantu pegawainya yang terdampak aturan tersebut, terutama dari jalan hukum.

Sedang Google yang mengkritisi suksesor Barrack Obama itu langsung bertindak cepat dengan memanggil pulang seluruh stafnya yang berada di luar AS, baik yang bekerja maupun berlibur. Dikutip dari BusinessInsider (28/01/17), setidaknya ada 187 Googlers yang kemungkinan terkena aturan ini.

Hampir sama dengan Google, Mark Zuckerberg melalui akun Facebook pribadinya mengekspresikan kekecewaannya terhadap keputusan Trump. Pasalnya, larangan itu bertentangan dengan karakter Amerika Serikat sendiri sebagai negara para imigran. Ia lantas menceritakan sedikit latar belakangnya, bahwa sebenarnya kakek-nenek buyutnya berasal dari Jerman, Austria, dan Polandia. Sedangkan istrinya, Priscilla Chan, lahir dari orangtua imigran China dan Vietnam.

“Kita memang harus menjaga negara ini agar tetap aman, tetapi seharusnya kita mewaspadai orang-orang yang jelas menebar ancaman,” tulis Zuck (28/01/17).

 

Baca juga:

Tim Cook: Apple Ada Karena Para Imigran

Donald Trump: Facebook dan Twitter Bantu Saya Menang

Donald Trump: Internet Tidak Aman, Pakai Ini Saja!