Uji Pertahanan Perang Cyber, Rusia Putuskan Sambungan Internet

- Advertisement -

Moskow – Perang cyber diramalkan akan terjadi di masa mendatang. Menyiapkan kehadiran kondisi yang tidak terduga tersebut, Rusia memiliki cara khusus yaitu mengisolasi jaringan negaranya.

Laman Mirror.co.uk, Jumat (1/11/2019), mewartakan, agar jaringan negara tetap terjaga, Rusia meluncurkan web internal yang disebut RuNet. Jadi, Rusia tidak memberikan kesempatan kepada hackers nakal yang ingin mengambil kesempatan saat perang cyber berlangsung.

Rusia membangun sistem alamat net, yang dikenal sebagai DNS. Apabila beroperasi ke jaringan atau server internasional maka akan terputus.

Tes ini juga melibatkan ISP yang mengarahkan data ke titik routing yang dikendalikan pemerintah. Ini akan menyaring lalu lintas sehingga data yang dikirim antara Rusia mencapai tujuannya, tetapi yang terhubung dengan komputer dari negara asing akan dibuang.

Akhirnya pemerintah Rusia ingin lalu lintas internet atau data domestik melewati titik routing ini, diyakini untuk membuat sistem sensor massa mirip dengan yang terlihat di Tiongkok.

Tes menghadapi perang cyber ini diperkirakan akan menyebabkan “gangguan besar” untuk lalu lintas Internet Rusia. Pemerintah Rusia juga menyediakan ISP untuk memodifikasi infrastruktur sehingga upaya pengalihan dapat diuji.

Sebelumnya, tes ini dilakukan sebelum 1 April tetapi tidak diketahui ada tanggal pastinya.

Kritik dari Amerika Serikat

Kritikan dari Amerika Serikat muncul, mengatakan, dengan menerapkan RuNet, Rusia seolah ingin mengawasi jalur sistem informasi dan komunikasi warganya.

Dewan kebijakan luar negeri Amerika, Samuel Bendett, menyebutkan, “Dengan begitu pemerintah, publik, dan sektor swasta menggunakan teknologi tersebut, pemerintah Rusia berusaha untuk memaksakan kontrol terhadap komunikasi internet melalui teknologi ini.”

- Advertisement -

Latest News

Related Stories