Ultah Pertama HoloLens, Momen Penting Bagi Augmented Reality

Ilustrasi penggunaan Microsoft HoloLens (source: Microsoft)

Technologue.id, Jakarta – Kamis (30/03/17) kemarin, Alex Kipman menuliskan kenangannya setahun lalu di blog resmi Microsoft. Bersama rekannya, Kudo Tsunoda, pria yang mengurusi teknis perangkat baru Microsoft itu memamerkan HoloLens di ajang Build 2016.

Ini artinya, wearable gadget yang mampu menghadirkan mixed reality di hadapan pemakainya itu sudah berusia setahun. Perayaan ini tentu saja penting bagi sejarah teknologi augmented reality (AR). Pasalnya, HoloLens adalah produk AR kekinian yang populer.

AR sendiri tidak dilahirkan oleh Microsoft maupun HoloLens. Sejarahnya cukup panjang karena teknologi itu sudah ada sekitar tahun 1990-an. Walaupun belum bisa diketahui secara pasti apa guna AR ketika pertama kali diciptakan, nama Profesor Tom Caudell dari Boeing Computer Services tercatat pioner pengguna AR.

Mulanya, Caudell menggunakan AR dengan menciptakan sebuah software kompleks yang bisa mereka-reka penempatan benda tertentu dalam sebuah konstruksi. Tak lama, tepatnya tahun 1992, sistem AR siap pakai pertama tercipta dan digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat. Namanya Virtual Fixtures dan digunakan untuk men-training pilot.

Dari situ, AR pun terus berkembang hingga menjadi produk untuk konsumen, seperti apa yang sudah disediakan oleh Microsoft.

Sayangnya sampai saat ini, HoloLens belum tersedia secara resmi di Indonesia. Ekosistemnya pun ‘baru’ berisi 150 aplikasi mixed reality yang tersedia di Windows Store.

Namun, perusahaan asal Redmond itu mengaku terus berusaha untuk melengkapi ekosistem AR-nya. Kemungkinan besar, Microsoft bakal membeberkan kecanggihan HoloLens di konferensi tahunannya, Build 2017, bulan Mei mendatang.

“Tahun ini, Anda akan mulai mendengar lebih jauh tentang kolaborasi HoloLens dan headset Windows Mixed Reality antar perangkat,” begitu janji Kipman.

 

Baca juga:

10 Juta Orang Kini Jadi ‘Tumbal’ Microsoft

Microsoft Suruh Mahasiswa S3 Main Minecraft, Lho?

Mau Kerja di Google, Apple, Atau Microsoft? Kuasai Dulu Skill Ini!