Technologue.id, Jakarta – Ekonomi kreatif diyakini mampu menjadi poros ekonomi terbaru di masa yang akan datang. Keyakinan itu dituangkan dalam buku Outlook Ekraf (Opus) 2019.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dituntut untuk membangun usaha ekonomi kreatif di Indonesia serta memiliki target berupa kontribusi sektor ekonomi kreatif pada pertumbuhan domestik bruto, tenaga kerja dan nilai ekspor.

Baca juga:

Peran Bekraf Dorong Laju Industri Game Lokal

Wawan Rusiawan, Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, menjelaskan ekonomi kreatif pada 2015 telah berhasil menyumbang sekitar Rp852 triliun atau sebesar 7,83 persen terhadap total PDB Indonesia. Sementara pada tahun lalu, PDB ekraf diperkirakan sudah mencapai lebih dari seribu triliun Rupiah. Angka ini akan terus meningkat hingga di atas Rp1,2 ribu triliun.

- Advertisement -

Data macro dan micro tersebut merupakan hasil riset gabungan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bekraf.

“Bekraf sudah tiga tahun bekerja sama dengan BPS untuk menggali data micro. Di laporan ini, yang dipakai data tahun 2016 dan proyeksi 2019. Data BPS memang lag dua tahun, tapi dapat dimanfaatkan oleh stakeholder baik swasta maupun pemerintah,” kata Wawan, saat acara peluncuran buku Opus 2019, di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Baca juga:

Huawei Umbar Strategi Masuki Era Kecerdasan Buatan

Untuk mengembangkan potensi Ekraf, Bekraf merangkul 16 subsektor usaha kreatif dalam arah kebijakan ekraf yang terdiri atas kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi untuk menciptakan ekosistem yang baik di masa depan.

Subsektor yang masih dominan memberikan sumbangan besar antara lain kuliner, fashion, dan kriya. Sementara subsektor potensial lainnya seperti game, musik, dan film, turut mengalami pertumbuhan cepat.

Dalam praktiknya, setiap Deputi Bekraf telah mengadakan berbagai kegiatan sepanjang tahun 2016 dalam upaya untuk menciptakan ekosistem Ekraf tersebut. Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan (Deputi I) sejak 2015 telah membangun Pusat Unggulan Ekonomi Kreatif serta menjalankan berbagai kegiatan yang tertuang di dalamnya seperti Coding Mum, IKKON, CREATE, dan fasilitasi komunitas.

Baca juga:

E-commerce Dorong Perkembangan Industri Fashion Lokal

Peluncuran buku laporan Opus 2019 oleh Bekraf (Choiru Rizkia / Technologue.id)
Peluncuran buku laporan Opus 2019 oleh Bekraf (Choiru Rizkia / Technologue.id)

Berbagai pencapaian serta kegiatan Bekraf sejak 2015 terangkum lengkap dalam buku jilid kedua ini. Opus 2019 merupakan perwujudan tugas Bekraf dalam menerbitkan data, informasi serta laporan mengenai Ekraf sebagai panduan bagi para pelaku usaha dan pemangku kepentingan di Indonesia.

“Besar harapan kami bahwa buku Opus 2019 dapat memberikan pencerahan dan perspektif terkini mengenai peluang serta potensi Ekraf Indonesia. Opus 2019 diharap akan menjadi pedoman primer bagi pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan bisnisnya,” jelasnya.

Buku ini lebih tebal dibandingkan jilid sebelumnya. Ada dua versi Bahasa yang diedarkan, yaitu dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sehingga bisa dibaca oleh seluruh kalangan.