Technologue.id, Jakarta – Adakalanya kita terjebak dalam kondisi kritis yang mencekam bahkan mengancam jiwa. Akan tetapi, biasanya Tuhan memberikan perlindungan melalui cara yang unik. Perangkat gadget yang berubah fungsi jadi penahan peluru misalnya.

Seperti yang dialami seorang pria bernama Steve Frappier. Ia terjebak dalam kondisi mencekam yang berlangsung di bandara Fort Laudardale, Florida pada hari Jumat 7 Januari waktu setempat.

Pada peristiwa tersebut terdapat berondongan peluru yang dilepas mantan prajurit bernama Esteban Santiago. Kantor polisi setempat melaporkan setidaknya ada 13 orang korban, 5 orang meninggal dan 8 orang luka-luka akibat aksi asal tembak Santiago.

Sebenarnya Frappier masuk dalam daftar orang yang terkena tembakan. Beruntungnya, seperti dilansir Ubergizmo, peluru yang mengarah Frappier tertahan oleh MacBook Pro yang tersimpan di dalam tas ransel miliknya dan menyelamatkan tubuhnya dari luka tembak.

“Saya merasakan ada sesuatu yang menghantam dari belakang. Dan beberapa saat kemudian saya pergi ke kamar mandi dan memeriksanya, ternyata ada peluru yang bersarang di tas dan mengenai laptop. Saya menyerahkan as ransel itu ke FBI untuk penyelidikan,” kata Frappier.

MacBook Pro kepunyaan Frappier memang tampak rusak dan menganga seperti kena hantaman keras. Sayang juga ya laptop buatan Apple itu harus rusak, tapi kalau harus memilih kehilangan nyawa atau MacBook Pro mendingan mana?

Baca juga :
Kerennya Hasil Jepretan Huawei P9, Saksikan di Sini!
Dituding Tak Layak Beli, Apple Selidiki MacBook Pro Terbarunya
MacBook Pro Terbaru Punya Satu Kelemahan Vital, Wajib Tahu!