Technologue.id, Jakarta – Pembaruan iOS 27 justru membawa keluhan baru bagi sejumlah pengguna iPhone. Fitur kecerdasan buatan Apple Intelligence dilaporkan menghabiskan sekitar 15GB penyimpanan internal setelah sistem operasi terbaru dipasang. Laporan yang diangkat GSMArena pada 1 November 2026 itu menyebut alokasi ruang berbeda-beda, mulai dari 9GB hingga 16GB. Persoalannya, kapasitas tersebut tetap terpakai meskipun sebagian pengguna tidak mengaktifkan Apple Intelligence atau bahkan belum bisa menikmati fiturnya di wilayah tempat tinggal mereka. Kondisi ini menjadi perhatian, terutama bagi pemilik iPhone dengan kapasitas penyimpanan terbatas.

Besarnya ruang yang dialokasikan membuat dampaknya terasa pada perangkat berkapasitas 128GB. GSMArena mencatat sejumlah unit iPhone 16 dengan penyimpanan 128GB dilaporkan menggunakan sekitar 30 persen kapasitas untuk sistem iOS, Apple Intelligence, serta ruang yang dicadangkan bagi pembaruan. Artinya, ruang untuk foto, video, aplikasi, dan dokumen pribadi menjadi semakin terbatas. Situasi tersebut juga dilaporkan terjadi pada pengguna di Uni Eropa, meskipun Apple Intelligence belum tersedia di kawasan itu. Menonaktifkan Apple Intelligence maupun Siri ternyata tidak otomatis mengembalikan kapasitas penyimpanan yang sudah dialokasikan.

Baca Juga: Apple HomeView Siap Tantang Amazon Echo, Andalkan Siri AI

gsmarena 001 2026 11 01T201730.256 1024x682

Keluhan ini berkaitan dengan pendekatan pemrosesan AI langsung di perangkat atau on-device AI. Agar sejumlah fungsi kecerdasan buatan dapat berjalan tanpa selalu mengandalkan koneksi internet, iPhone membutuhkan model dan berkas pendukung yang tersimpan secara lokal. Konsekuensinya, kapasitas penyimpanan internal ikut digunakan untuk menyediakan sumber daya tersebut. Namun, laporan pengguna memperlihatkan persoalan berbeda, ruang yang dialokasikan tetap besar meski fitur AI tidak digunakan atau belum tersedia di wilayah tertentu. Apple belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab alokasi yang dilaporkan mencapai belasan gigabita tersebut.

Sejumlah pengguna kemudian menemukan cara sementara untuk menekan penggunaan ruang melalui pengaturan bahasa Siri. Berdasarkan pengujian GSMArena, Apple Intelligence dan Siri hanya bekerja dengan konfigurasi bahasa tertentu, termasuk bahasa Inggris Amerika Serikat dan Inggris Raya. Mengganti bahasa Siri ke varian yang tidak didukung, seperti Inggris Kanada, Irlandia, Afrika Selatan, atau Selandia Baru, dilaporkan dapat mengurangi alokasi penyimpanan. Dalam pengujian menggunakan bahasa Inggris Afrika Selatan, kapasitas yang sebelumnya digunakan Apple Intelligence turun hingga sekitar 100MB setelah iPhone dimulai ulang. Hasil ini menunjukkan perubahan konfigurasi bahasa dapat memengaruhi berkas AI yang tersimpan di perangkat.

Baca Juga: iPhone Duo Punya Dua Baterai, Diklaim Tahan hingga 51 Jam

Pengguna yang ingin mencoba langkah tersebut dapat membuka pengaturan iPhone, masuk ke menu Siri, kemudian memilih bahasa Inggris yang tidak didukung Apple Intelligence. Setelah pengaturan diubah, perangkat perlu dimulai ulang agar perubahan dapat diterapkan. Meski begitu, cara ini bukan solusi resmi dari Apple dan hasilnya belum tentu sama pada setiap perangkat. Pengguna juga perlu memahami bahwa mengganti bahasa Siri dapat membatasi ketersediaan sejumlah kemampuan asisten digital maupun fitur AI. Karena itu, langkah tersebut lebih tepat dipandang sebagai solusi sementara bagi pengguna yang benar-benar membutuhkan ruang penyimpanan tambahan.

Sementara itu, mengganti wilayah Apple Account bukan pilihan yang disarankan untuk mengatasi persoalan ini. Perpindahan wilayah akun dapat menimbulkan konsekuensi, termasuk kewajiban membatalkan langganan tertentu atau menghabiskan saldo yang masih tersisa sebelum proses perubahan dilakukan. Dengan demikian, pengguna sebaiknya tidak mengubah wilayah akun hanya demi mencoba mengurangi alokasi penyimpanan Apple Intelligence. Langkah yang lebih aman adalah memeriksa penggunaan memori melalui menu Pengaturan, Umum, lalu Penyimpanan iPhone. Dari sana, pengguna dapat melihat seberapa besar ruang yang digunakan sistem dan aplikasi sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Di tengah keluhan tersebut, Apple juga dilaporkan semakin agresif mempromosikan layanan penyimpanan awan iCloud kepada pelanggan. Dorongan untuk berlangganan dan mencadangkan data muncul ketika sebagian pengguna justru menghadapi berkurangnya ruang penyimpanan lokal setelah memperbarui sistem operasi. Bagi pasar Indonesia, persoalan ini penting diperhatikan, khususnya oleh pemilik iPhone 128GB yang mengandalkan kapasitas internal untuk menyimpan foto, video, dan aplikasi. Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi Apple mengenai keluhan tersebut maupun kepastian pembaruan perbaikan. Pengguna sebaiknya memeriksa kapasitas perangkat sebelum memasang pembaruan besar berikutnya.