Technologue.id, Jakarta – Facebook bergeming atas tindakan penyebaran video manipulasi bos besarnya, Mark Zuckerberg, di dunia maya baru-baru ini. Perusahaan jejaring sosial terbesar itu mengatakan tidak akan menghapus video singkat itu dari Instagram.

Dalam video manipulasi berdurasi 16 detik tu, Mark seolah-olah mengungkapkan kebenaran tentang Facebook, padahal hal itu hanya rekayasa.

“Bayangkan ini: Satu orang, (memegang) dengan kendali penuh terhadap milyaran data orang yang dicuri, semua rahasia mereka, hidup mereka, masa depan mereka,” ujar Mark dalam video.

Baca Juga:
Video Deepfake Mark Zuckerberg Ungkap Rahasia Dibalik Facebook?

Cuplikan itu dibuat sebagai bagian dari seni instalasi yang dipajang di Inggris bernama Spectre.

“Aku berutang semuanya pada Spectre. Spectre menunjukkan kepada saya bahwa siapa pun yang mengendalikan data, (akan) mengendalikan masa depan,” imbuhnya dalam video manipulasi yang telah dilihat lebih dari 38.000 kali.

Tentu saja terbukti bahwa salah satu orang terkaya dunia itu tidak melakukannya. Video palsu dari Mark Zuckerberg itu sendiri dibuat dengan mengambil cuplikan wawancara dia dengan salah satu media di tahun 2017.

Akun Instagram yang mengunggah video Mark pun memberi label pada postingannya dengan tagar #deepfake, dan salinannya telah disebarkan di Facebook.

Seorang juru bicara Instagram mengatakan kepada Motherboard (11/6/2019) bahwa tidak akan menghapus video manipulasi itu. “Jika pemeriksa fakta pihak ketiga menandainya sebagai video negatif, maka kami akan memfilternya dari kolom rekomendasi Instagram seperti Explore dan tagar halaman.”

Baca Juga:
Facebook Jauhi Huawei, Ponsel Terbaru Tak Akan Terinstal Instagram dan Whatsapp

Video Zuckerberg ini sendiri dibuat oleh startup asal Israel, Canny AI, dengan salah satu cofounder bernama Omer Ben-Ami. Suara Zuckerberg diganti oleh suara aktor. Semua konten yang disajikan dalam video tercipta berkat penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) atau yang dikenal dengan julukan Deepfake.

Kemampuan Deepfake untuk menimpa muka seseorang dengan muka lain yang juga bergerak mengikuti ekspresi aslinya berasal dari proses pembelajaran mesin, atau machine learning, dan fake (palsu).

Sejauh ini, deepfake kebanyakan hanya digunakan untuk memperburuk citra pesohor atau sebagai lelucon.