Technologue.id, Jakarta – Walau masih terhitung sebagai teknologi baru, virtual reality (VR) diprediksi akan menjadi teknologi yang akan diadopsi massal dalam beberapa tahun mendatang. Dengan visualisasi yang imersif tak heran banyak yang mengira teknologi ini akan banyak digunakan untuk keperluan bermain game.

Namun, lembaga analis Forrester punya pandangan lain. Seperti dikutip dari laman TheRegister.co.uk (9/6/16), akan ada banyak skenario yang bisa dilahirkan dari VR, baik untuk hubungan antara Business-to-Business (B2B) maupun hubungan yang lebih rumit seperti antara Business-to-Business-to-Consumer.

Makanya, terapan VR di masa depan pun bakal lebih dari sekadar urusan gaming. Dengan mobile VR, agen perumahan atau pengelola tempat hiburan bisa memberikan sesuatu yang lebih pada konsumen. Beragam pelaku bisnis pun bisa memanjakan konsumen lebih dari apa yang mereka berikan sekarang jika mau mengadopsi dan memanfaatkan VR.

Forrester sendiri memprediksi VR headset akan menjadi komoditi laris di Amerika Serikat. Setidaknya di tahun 2020 nanti, akan ada sekitar 52 juta unit VR yang digunakan para penduduk Negeri Paman Sam.

Share this