Technologue.id, Jakarta  – Transaksi pembayaran digital di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan laporan Bank Indonesia, transaksi digital payment mencapai sekitar 5,5 miliar pada Juli 2026, atau meningkat 28,69% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut turut meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur teknologi informasi (IT) yang stabil. Bank Indonesia menilai sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal harus didukung oleh infrastruktur yang mampu menjaga performa dan ketersediaan layanan.

Di balik setiap transaksi digital, terdapat infrastruktur yang harus selalu tersedia dan mampu memproses data dalam jumlah besar. Tantangan ini semakin kompleks dengan semakin luasnya adopsi artificial intelligence (AI) di berbagai perusahaan.

AI membutuhkan data dalam jumlah besar untuk dapat bekerja secara optimal. Namun, perpindahan data berulang antara sistem utama perusahaan dan sistem AI dapat menimbulkan penurunan performa sekaligus meningkatkan biaya.

Karena itu, perusahaan perlu mencari cara untuk mendekatkan sumber data dengan sistem AI tanpa mengganggu aplikasi utama yang bersifat kritis.

“AI membutuhkan big data yang sangat besar untuk bisa melakukan apa yang diharapkan perusahaan. Namun, di sisi lain, perusahaan tetap harus menjaga performance, availability, dan latency dari sistem yang sudah ada,” ujar perwakilan Ming Sunadi, Country Managing Director Hitachi Vantara Indonesia di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Hitachi Vantara memperkenalkan VSP One Block High End, sebuah platform storage yang dirancang untuk menangani kebutuhan workload mission-critical sekaligus AI.

Platform ini menawarkan satu fondasi data yang dapat digunakan untuk mendukung sistem bisnis utama maupun kebutuhan AI. Teknologi tersebut menggunakan arsitektur all-flash berbasis NVMe dan diklaim mampu mencapai performa hingga 50 juta IOPS (Input/Output Operations Per Second).

Selain performa, skalabilitas menjadi salah satu aspek yang ditawarkan. Infrastruktur dapat dikembangkan secara bertahap, mulai dari konfigurasi empat controller hingga 12 controller sesuai dengan pertumbuhan kebutuhan workload perusahaan.

VSP One Block High End juga mendukung konsolidasi workload dari open system maupun mainframe. Hal ini dinilai penting karena sejumlah perusahaan, khususnya sektor finansial, masih mengandalkan mainframe untuk menangani transaksi dalam jumlah besar.

Selain performa, keamanan dan ketahanan data menjadi perhatian penting di tengah meningkatnya ancaman siber. Infrastruktur storage kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga menjadi salah satu lapisan pertahanan terakhir ketika perusahaan menghadapi serangan ransomware.

Hitachi Vantara membekali platformnya dengan teknologi immutable snapshot, automated recovery, serta kemampuan mendeteksi snapshot yang masih sehat sebelum proses pemulihan dilakukan.

Dengan teknologi tersebut, perusahaan dapat melakukan pemulihan data ke titik terakhir yang aman apabila terjadi serangan ransomware. Snapshot yang bersifat immutable juga tidak dapat diubah atau dihapus secara sembarangan.

Dengan karakteristik tersebut, VSP One Block High End lebih sesuai bagi perusahaan menengah ke atas yang memiliki sistem mission-critical dan tidak dapat mentoleransi gangguan layanan dalam waktu lama. Salah satu sektor yang disasar adalah industri finansial dan telekomunikasi.