Technologue.id, Jakarta – Anda para pengguna Android wajib lebih waspada, terlebih jika Anda hanya mengandalkan penguncian smartphone berbasis pola. Berdasarkan riset keamanan terbaru dari Lancaster University, Northwest University in China, dan University of Bath, lock pattern dewasa ini adalah sistem pengamanan gadget yang lemah.

Bayangkan saja betapa rentannya lock pattern. Dalam studi yang mereka lakukan, 95 persen pola di perangkat Android bisa dengan mudah ditebak dalam lima kali percobaan atau kurang.

Metode pencurian pola penguncian smartphone ini terbukti amat mudah ditempuh dengan merekam pergerakan Anda saat mengunci pola sebelumnya. Hacker atau pihak tak bertanggung jawab bahkan bisa merekamnya secara langsung dari jarak hingga 2 meter. Kalau mereka menggunakan kamera DSLR, bahkan dari jarak 9 meter pun bisa, terlepas dari berapa ukuran layar gawai Anda.

Melansir MakeTechEasier (07/07/17), setelah hacker mendapatkan video footage tersebut, mereka lantas memanfaatkan algoritma tertentu untuk memproses pergerakan jari Anda. Tak selang lama, algoritma tersebut bakal menjelaskan pada hacker kombinasi pattern lock yang memungkinkan untuk dicoba.

Cara di atas sebenarnya hanyalah salah satu upaya untuk membobol lock pattern, di samping cara sederhana yaitu mengobservasi pergerakan jari Anda dengan mata telanjang, entah secara diam-diam atau tidak.

Dari sumber yang redaksi kutip, menggunakan pola yang lebih kompleks pada dasarnya kurang membantu. Sebab, bekas sidik jari di layar masih dapat terlihat. Alih-alih, gunakan pola pengamanan lain seperti PIN atau password. Membatasi pandangan orang lain saat Anda memasukkan lock pattern juga bisa menjadi upaya preventif lainnya.

 

Baca juga:

Waspada, Malware Baru Ini Berpotensi Gemparkan Jagat Maya Lagi!

Berikut Daftar HP Xiaomi yang Kebagian Android Nougat, Ada Punya Anda?

Inilah Smartphone Android yang Lebih Cepat dari iPhone 7 Plus!