Waduh, Microsoft Dituding Lakukan Pemaksaan pada User!

Ilustrasi pegawai Microsoft (source: Microsoft)

Technologue.id, Jakarta ā€“ Sepanjang sejarah browser, Microsoft sebenarnya terhitung sebagai pemain berpengalaman. Buktinya, mereka sudah merilis Internet Explorer di tahun 1995 dan memulai ‘perang’ browser pertama dengan Netscape Navigator.

Di tengah jalan, Netscape ternyata tumbang. Namun, ini bukan praktis Microsoft tak punya kompetitor. Opera, Mozilla Firefox, Apple Safari, Google Chrome berangsur-angsur hadir. Beberapa tahun terakhir bahkan muncul peramban lain untuk desktop, misalnya Vivaldi dan CM Browser.

Merespons kian ketatnya kompetisi, Microsoft lantas me-launching Edge yang ditanamkan dalam OS Windows 10 pada 2016. Adapun fitur-fitur menarik yang disematkan di dalamnya, seperti integrasi dengan asisten virtual Cortana dan reading mode.

Sayangnya, tak semua suka dengan Microsoft Edge. Jon von Tetzchner, CEO dan co-founder Vivaldi, belum lama ini menghidupkan kembali perkara tentang Microsoft yang mencoba memonopoli browser-nya. Sebab, tak mudah mencopot Edge dari default browser di Windows 10. Belum lagi, tiap Windows 10 selesai melakukan upgrade, pengaturan default browser akan dikembalikan pada Edge.

“Saya tahu Microsoft risau dengan sedikitnya pengguna Edge, tetapi bukannya membuat browser yang lebih baik, Microsoft malah memaksakan orang-orang menggunakan produknya dengan cara yang patut disesalkan,” serang Tetzchner.

Mantan pendiri Opera itu memberi contoh bagaimana temannya yang berusia 72 tahun dan tergolong sebagai non-technical user kesulitan untuk mengatur agar ia bisa menggunakan browser kesayangannya secara default – yang mana itu bukan Edge. Tetzchner pun menyarankan agar Microsoft selaku perusahaan teknologi besar bermain secara fair untuk memenangkan user, bukan memonopoli dengan cara ini.

“Ini pertanyaan saya untuk Microsoft. Di kemanakan hak prerogatif absolut user untuk membuat pilihan?” tandasnya, seperti dikutip dari blog resmi Vivaldi (24/01/17).

 

Baca juga:

Lumia Gagal, Microsoft Bakal PHK 700 Karyawan

Demi Keamanan, Microsoft Imbau Pengguna Windows 7 Migrasi ke Windows 10

Apple, Google, Facebook, Microsoft, dan Uber Tidak Anti-Islam!