Jakarta, Technologue.id — Aksi walkout yang dilakukan delegasi Indonesia menjelang pidato pemimpin Israel, Benjamin Netanyahu, di Sidang Majelis Umum ke-81 PBB menjadi sorotan dunia. Kementerian Luar Negeri RI menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk solidaritas kepada rakyat Palestina. Aksi itu sekaligus menjadi protes dan kecaman atas kejahatan terhadap kemanusiaan serta pelanggaran hukum internasional oleh Israel.

Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A. Mulachela melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat. Menurutnya, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada rakyat Palestina. Protes dan kecaman juga ditujukan terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza dan Wilayah Palestina yang diduduki.

Indonesia ingin menyampaikan pesan yang jelas melalui aksi walkout tersebut. Kekerasan terhadap rakyat Palestina dan pelanggaran hukum internasional tidak dapat dinormalisasi. Pemerintah menegaskan bahwa pelanggaran tersebut harus segera dihentikan.

Aksi walkout berlangsung pada 24 September 2026. Delegasi Indonesia turut melakukan aksi tersebut bersama delegasi dari berbagai negara. Aksi itu terjadi saat Benjamin Netanyahu akan menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York, Amerika Serikat.

Menanggapi delegasi yang melakukan walkout, Netanyahu justru berseloroh mempersilakan mereka keluar sebelum ia berpidato. "Sebelum saya mulai, jika ada pengecut moral yang masih belum keluar dari aula ini, tolong lakukan sekarang," kata Netanyahu, sebagaimana disiarkan UN Web TV. Pernyataan itu dinilai semakin menegaskan sikap arogan Israel di hadapan forum internasional.

Netanyahu menghadiri Sidang Majelis Umum PBB 2026 di tengah kecaman internasional yang terus meluas. Kecaman tersebut menyoroti kejahatan Israel di Gaza dan Tepi Barat, Palestina. Selain itu, pelanggaran gencatan senjata di Lebanon turut memicu eskalasi di kawasan.

Tekanan terhadap Israel juga datang dari jalur hukum internasional. Surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) masih berlaku hingga saat ini. Status tersebut memperkuat posisi komunitas global yang menuntut akuntabilitas atas pelanggaran yang terjadi.

Isu Palestina memang telah lama menjadi perhatian publik Indonesia di berbagai kanal digital. Sebelumnya, muncul tudingan bahwa Facebook dan Instagram menghapus konten terkait serangan Israel ke Palestina. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan Gaza juga merambah ke ranah platform digital dan kebebasan informasi.

Dunia hiburan pun tidak luput dari gaung solidaritas untuk Palestina. Musisi internasional Ed Sheeran bicara Gaza di atas panggung konsernya, yang kemudian menuai beragam reaksi. Bahkan, Taka ONE OK ROCK sempat terkena hujatan netizen usai membela Ed Sheeran terkait isu tersebut.

Di sisi lain, Indonesia terus memperkuat posisinya di forum global, termasuk dalam isu transformasi digital. Pemerintah menyatakan Indonesia siap tunjukkan transformasi digital dalam negeri pada DEWG G20. Kiprah ini memperlihatkan bahwa Indonesia aktif di berbagai arena diplomasi internasional, baik isu kemanusiaan maupun teknologi.

Konsistensi sikap Indonesia terhadap Palestina bukan hal baru. Aksi walkout di PBB menjadi penegasan bahwa Jakarta tidak akan tinggal diam menghadapi pelanggaran hukum internasional. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia.

Dalam konteks diplomasi multilateral, aksi kolektif bersama sejumlah delegasi negara lain menunjukkan bahwa kecaman terhadap Israel tidak berdiri sendiri. Solidaritas lintas negara tersebut memperkuat pesan bahwa kekerasan tidak bisa dinormalisasi. Forum PBB menjadi panggung penting untuk menyuarakan posisi tersebut secara terbuka.

Perkembangan situasi di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon masih menjadi perhatian dunia. Eskalasi di kawasan menuntut respons cepat dari komunitas internasional. Indonesia menegaskan bahwa penghentian kekerasan dan penghormatan hukum internasional adalah jalan yang harus ditempuh.

Dengan aksi walkout ini, Indonesia berharap pesannya tersampaikan dengan jelas ke seluruh dunia. Dukungan terhadap rakyat Palestina akan terus diperjuangkan melalui jalur diplomasi. Pemerintah menegaskan bahwa normalisasi terhadap kekerasan bukanlah pilihan yang dapat diterima.

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono