Waspada, Ada Bahaya di Balik Kecanggihan Internet of Things!

Ilustrasi Internet of Things (IoT) (Technologue.id)

Technologue.id, Jakarta – Saat ini, perangkat pintar bagaikan jamur di musim hujan. Tak cuma peralatan rumah, mobil, atau peralatan medis, bahkan produk sepele seperti botol air minum pun sudah bisa “berkomunikasi” dengan manusia dan teknologi lainnya karena terkoneksi dengan internet. Inilah era yang lazim disebut dengan Internet-of-Things (IoT).

Namun, Anda perlu menyadari bahwasannya di balik kecanggihan IoT ada ancaman besar menanti. Keamanan perangkat pintar hingga sekarang belum memiliki standar dan aturan khusus, sehingga celah menganga ini kerap disepelekan oleh perusahaan pembuat device canggih itu sendiri.

Kepada Technologue.id secara tertulis (07/07/17), Michal Salat menjelaskan karena perangkat pintar tidak memiliki pengamanan yang cukup, perangkat tersebut dapat diretas menggunakan sejumlah metode, mulai dari yang mudah seperti pembobolan kredensial login, hingga yang lebih canggih seperti beragam teknik eksploitasi, atau rekayasa balik firmware atau sistem operasi serta mendeteksi kerentanan hari ke 0.

Director of Threat Intelligence Avast itu juga menambahkan kalau layanan dan exploit seperti botnet untuk meretas perangkat IoT biasa dijual atau disewakan di darknet. Alhasil, setiap orang pun berpotensi menjadi korban.

Botnet pada dasarnya adalah jaringan perangkat terinfeksi yang disalahgunakan oleh penyerang untuk menjalankan aktivitas seperti melakukan penyerangan DDoS, penambangan Bitcoin, dan penyebaran email spam. Hampir semua perangkat yang tersambung ke internet dapat diinfeksi dan menjadi bagian dari botnet.

Fenomena serangan botnet besar sendiri tercatat terjadi tahun lalu. Pelakunya adalah botnet Mirai, yang telah menginfeksi ribuan perangkat pintar. Ia memanfaatkan kredensial login default, lalu melancarkan serangan DDOS berskala besar.

Yang mengerikan, source code Mirai ini telah tersebar luas. Pihak yang ingin memodifikasi atau menjalankan botnet Mirai pun bisa melakukannya. Akibatnya, banyak bermunculan mutasi dari botnet Mirai.

Jadi, memang begitulah IoT dengan kemudahan dan potensi ancaman yang membelenggunya. Semoga produsen perangkat IoT bisa segera memberikan perhatian lebih pada pengamanan produknya dan para konsumen mendapatkan gambaran soal bagaimana perangkat IoT dapat disalahgunakan dan menjadi penyebab masalah besar.

 

Baca juga:

E-Agriculture, Fokus Telkomsel untuk Majukan Indonesia

Nokia dan Xiaomi Tandatangani Perjanjian Korporasi Bisnis

Mengapa Generasi Muda Pesimis Indonesia Siap Hadapai Tantangan Digital?