Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Waspada Modus Penipuan Digital Berkedok Promo Ramadan
SHARE:

Technologue.idJakarta - Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Muslim di Indonesia. Selain tradisi mudik dan berbagai kegiatan ibadah, masyarakat juga antusias berburu berbagai promo dan diskon Ramadan yang ditawarkan di berbagai platform digital.

Namun, di tengah meningkatnya aktivitas digital selama Ramadan, para penjahat siber juga memanfaatkan momentum tersebut untuk melancarkan berbagai modus penipuan online. Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan kampanye penipuan baru yang secara khusus mengeksploitasi antusiasme masyarakat terhadap promo Ramadan.

Dalam kampanye penipuan yang terdeteksi, para pelaku menyamar sebagai perusahaan atau brand komersial yang menawarkan promo atau hadiah menarik terkait Ramadan.

Korban biasanya diminta untuk memasukkan nomor telepon mereka ke dalam sebuah tautan kampanye yang tampak seperti promosi resmi. Setelah itu, korban akan diminta untuk meneruskan tautan tersebut kepada teman atau kontak mereka melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp atau Facebook Messenger.

Tautan tersebut kemudian mengarahkan pengguna ke berbagai halaman penipuan lain yang bertujuan untuk mengumpulkan lebih banyak nomor telepon dan meningkatkan trafik kampanye palsu tersebut.

Menurut Kaspersky, pola penipuan semacam ini sebenarnya sering muncul setiap tahun menjelang berbagai hari raya besar, termasuk Ramadan.

Country Manager Indonesia di Kaspersky, Defi Nofitra, mengingatkan bahwa perkembangan teknologi membuat modus penipuan digital semakin sulit dikenali.

Ia mengatakan bahwa selama periode promosi besar seperti Ramadan, aktivitas penipuan biasanya meningkat secara signifikan.

“Selama periode promo atau perayaan besar seperti Ramadan di Indonesia, penipu dapat menjadi lebih merajalela. Tetap waspada sangat penting, tetapi melindungi diri sendiri membutuhkan lebih dari sekadar kesadaran,” ujarnya.

Defi juga menyoroti bahwa saat ini penipu mulai menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat pesan phishing yang lebih meyakinkan dan tertarget.

Menurutnya, penggunaan AI membuat upaya penipuan menjadi semakin canggih dan lebih sulit dikenali oleh pengguna internet biasa.

Data terbaru dari Kaspersky menunjukkan bahwa tingkat ancaman digital di Indonesia masih cukup tinggi. Sepanjang tahun 2025, sistem keamanan Kaspersky berhasil mendeteksi dan memblokir 14.909.665 ancaman siber berbasis web di Indonesia.

Secara keseluruhan, sekitar 22,4 persen pengguna internet atau lebih dari satu dari empat pengguna menghadapi ancaman online selama periode Januari hingga Desember 2025.

Angka ini menunjukkan bahwa risiko keamanan digital masih menjadi tantangan serius bagi pengguna internet di Indonesia.

Tren peningkatan penipuan digital juga tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan. Dalam 10 hari pertama Ramadan 2026, OJK mencatat 13.130 laporan penipuan yang melibatkan hingga 22.593 rekening. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa momen Ramadan sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital untuk melancarkan berbagai modus penipuan, terutama melalui pesan promosi atau tautan yang terlihat menarik.

Tips Menghindari Penipuan Digital Ramadan

Untuk membantu masyarakat terhindar dari penipuan digital selama Ramadan, Kaspersky memberikan beberapa rekomendasi penting:

1. Verifikasi pengirim dan tautan
Jangan mudah percaya pada diskon atau promosi yang dikirim oleh pengirim tidak dikenal melalui email atau aplikasi pesan. Selalu periksa alamat pengirim dengan teliti dan hindari mengklik tautan langsung dari pesan mencurigakan. Jika ingin membuka situs promosi, ketik alamat website resmi secara manual di browser.

2. Hindari mengunduh aplikasi dari sumber tidak tepercaya
Pastikan hanya mengunduh aplikasi dari toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau App Store. Aplikasi dari sumber tidak resmi berpotensi membawa malware atau program berbahaya.

3. Jangan sembarangan membagikan data pribadi
Nomor telepon, kode OTP, atau informasi akun tidak boleh diberikan kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.

4. Gunakan solusi keamanan di perangkat
Memasang perangkat lunak keamanan dapat membantu mendeteksi tautan berbahaya, situs phishing, atau aplikasi mencurigakan sebelum merugikan pengguna.

SHARE:

Strategi LinkAja Syariah 2026: Kolaborasi BAZNAS & Inovasi Fintech

Xiaomi Indonesia Raih Predikat Vendor Tablet Nomor Satu 2025