We-Media, Siap Jadi ‘Yellow Pages’ Modern

Ilustrasi UC News (source: Facebook UC News Indonesia)

Technologue.id, Jakarta – Bisnis digital di Tanah Air sejak tahun lalu kedatangan satu pemain baru, yaitu UC Web. Perusahaan yang dikenal dengan karyanya berupa peramban UC Browser itu kini turut bermain di sektor news aggregator, dengan produknya bernama UC News.

Pemain dari Tiongkok itu terus menunjukkan keseriusannya untuk menggarap bisnis digital di Indonesia. Hal ini tampak dari berkunjungnya petinggi perusahaan induk mereka, Alibaba Mobile Group, ke Jakarta pekan ini. UC Web juga tengah sibuk mempersiapkan program We-Media Reward Plan 2.0 untuk lebih memberdayakan kontributor independen konten.

UC Web sendiri begitu optimistis dengan bisnis news aggregator ini, kendati mereka harus bersaing dengan pemain semacam Kurio maupun Baca. Secara spesifik, Xiaopeng He memandang bahwa bisnis news aggregator ini pada dasarnya mirip dengan produk buku berisi daftar telepon yang dulu hampir menghiasi tiap rumah di Indonesia. Kebutuhan netizen dalam mencari informasi dipandang akan mudah jika informasi tersebut dikumpulkan dalam satu platform.

“Memandang balik industri ini, kita masih ingat bagaimana Yellow Pages bekerja, di mana pengguna akan membuka halaman indeks untuk menemukan judul dari informasi yang mereka inginkan secara manual. Namun, kedepannya, kita sudah punya mesin pencari (search engine), di mana pengguna akan mengetik hal yang ingin mereka ketahui dan mesin ini akan melakukan pengecekan kepada seluruh data dan informasi yang dibutuhkan,” jelas pendiri UC Web sekaligus Presiden Aibaba Mobile Business Group itu secara tertulis (15/03/17).

Menurut laporan dari UC News, konsumsi konten digital di Indonesia sudah dan bakal meningkat. Di Indonesia pada akhir tahun 2016, ada kenaikan konsumsi konten berita yang signifikan di paruh akhir 2016, dengan kenaikan paling signifikan sebesar 307 persen pada kuartal keempat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Durasi membaca juga meningkat sebesar 206% pada periode yang sama.

 

Baca juga:

Konsumsi Berita Online Naik 61%, Indonesia Darurat Berita!

Indonesia Punya Banyak Kreator Konten Independen, Tapi…

Duh, Posisi Twitter Digeser News Aggregator