WebSight Conference 2020 Edukasi Pebisnis Amankan Website

Technologue.id, Jakarta – Niagahoster bekerja sama dengan Sectigo dan WebNic memfokuskan diri membahas isu keamanan siber pada website dalam konferensi website pertamanya di Indonesia pada Sabtu (11/1/2020). Konferensi bertajuk WebSight Conference 2020 ini menghadirkan praktisi dan pakar website security dari Niagahoster, Tiket.com, Webnic, dan firma website security ITSEC Asia.

Kolaborasi ini membahas kebijakan Google Chrome yang mulai menandai situs URL dengan awalan HTTP dengan tanda “not secure”. Google menyebut hal ini dilakukan untuk mendorong pemilik website (baik developers, pemilik bisnis, blogger) mengembangkan website yang aman diakses semua orang.

Baca Juga:
#RiniPerampokNegeri Trending di Twitter, Siapa Sosok Rini Sebenarnya?

Adi Setyawan, Country Manager WebNIC Indonesia mengatakan, “Saat ini semua orang bergantung dengan internet. Orang dengan mudah login ke public wifi, tanpa mengetahui kita sedang memberikan data pribadi kita (saat melakukan aktivitas tersebut). Bila kita tidak waspada pada situs yang kita akses, maka data-data pribadi kita ada dalam ancaman juga.”

Adi juga menyebut mengembangkan situs ber-HTTPS juga menjadi nilai tambah bagi bisnis, karena label “secure” akan membuat bisnis lebih kredibel secara online. Keamanan ini akan membuat kepercayaan konsumen untuk meng-input data, hingga melakukan transaksi jauh lebih besar.

Baca Juga:
Kominfo Berangus Ribuan Situs dan Konten Langgar HKI

“Banyak website developers, agensi, yang bikin website untuk klien yang rata-rata punya toko (atau bisnis). Mari jaga kepercayaan klien dengan mengembangkan website yang terenkripsi. Edukasi mereka tentang keamanan website dengan cara sederhana ini,” tambah Adi.

Menurut data MOZ sepanjang April 2016-2017, separuh hasil pencarian di Google Search adalah HTTPS dan jumlah ini meningkat 20% dalam satu tahun. Diharapkan jumlah ini semakin bertambah agar lebih banyak website yang terlindungi dari berbagai macam isu kebocoran hingga penyalahgunaan data.