WOM Finance Terbitkan Obligasi Demi Geber Transaksi Digital

- Advertisement -

Efek pandemi memberi peningkatan signifikan pada transaksi digital. Hal ini sudah diprediksi sebelumya, mengingat sebagian besar masyarakat telah membatasi mobilitasnya sejak pandemi berlangsung. WOM Finance selaku perusahaan pembiayaan juga menghimbau penggunaan channel e-payment pada nasabahnya.

Pemanfaatan e-payment berperan efektif menekan penularan di kala pandemi. Selain itu kanal transaksi secara online juga sudah tersedia dalam banyak metode, seperti melalui aplikasi M-Banking, transfer bank, atau melalui minimarket terdekat. Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan pembiayaan pun menjadi alasan WOM Finance melakukan penawaran obligasi.

Baca juga:

WOM Finance Cetak Laba Rp 86 Miliar di Kuartal III Tahun 2020

Melalui Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan IV tahun 2021, ditetapkan target sebesar Rp5 triliun. Pada tahap pertama ini, WOM Finance menawarkan Obligasi dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp500 miliar, yang dibagi menjadi 2 seri yaitu Seri A (1 tahun) dan Seri B (3 tahun). Dana yang didapat dari obligasi akan digunakan sebagai modal kerja WOM Finance untuk menyalurkan pembiayaan.

“Kami akan menggunakan dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini untuk keperluan ekspansi bisnis WOM Finance. Kami juga sangat bangga dengan rencana penerbitan kembali obligasi kembali di tahun ini, yang mencerminkan kepercayaan investor dan pasar kepada WOM Finance untuk terus berkontribusi dalam pemulihan ekonomi di tengah Pandemi saat ini,” kata Djaja Suryanto Sutandar, Presiden Direktur WOM Finance.

Baca juga:

Sambut Transformasi Digital, Masyarakat Perlu Tingkatkan Digital Skills

WOM Finance menunjuk PT Maybank Kim Eng Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT BNI Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi. Obligasi ini sendiri mendapatkan peringkat AA-(idn) (Double A Minus) dari PT Fitch Ratings Indonesia. WOM Finance mendapatkan pernyataan pra efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 17 Juni 2021 dan direncanakan akan melakukan masa penawaran umum pada tanggal 21 Juli 2021.

Penjatahan direncanakan untuk dilakukan pada tanggal 26 Juli 2021 dan distribusi obligasi secara elektronik pada tanggal 28 Juli 2021, yang kemudian ditutup dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 29 Juli 2021.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories