Technologue.id, Jakarta – Platform media sosial X akhirnya resmi meluncurkan X Money di Amerika Serikat setelah sempat mengalami penundaan dari jadwal awal yang direncanakan tahun lalu. Layanan keuangan digital besutan Elon Musk tersebut kini tersedia bagi pelanggan X Premium dan X Premium+.

Peluncuran X Money menandai ekspansi X dari sekadar platform media sosial menjadi layanan yang juga menawarkan fitur perbankan dan pembayaran digital. Melalui layanan ini, pelanggan dapat melakukan transfer uang, menggunakan kartu debit, hingga menikmati berbagai keuntungan finansial dalam satu ekosistem.

Salah satu daya tarik utama X Money adalah kartu debit Visa berbahan logam yang diberikan kepada pengguna. Kartu tersebut menawarkan berbagai keuntungan, seperti penarikan tunai gratis di ATM internasional, tanpa biaya transaksi luar negeri, serta imbal hasil tahunan (APY) hingga 6% untuk saldo yang memenuhi syarat.

Selain itu, pengguna dapat mengirim uang secara gratis dan instan kepada sesama pengguna X Money. Layanan ini juga menawarkan cashback 3% untuk transaksi yang memenuhi syarat menggunakan kartu X, sekaligus mendukung transfer kawat (wire transfer) dan pembayaran melalui cek.

Dari sisi keamanan, X Money telah mendukung otentikasi passkey, yang memberikan lapisan perlindungan tambahan saat mengakses akun maupun melakukan transaksi.

Pengguna juga diberikan kontrol lebih besar terhadap aktivitas keuangan mereka. X Money memungkinkan pemilik akun menetapkan batas transaksi tertentu serta mewajibkan autentikasi tambahan untuk jenis transaksi yang dianggap sensitif.

Seluruh transaksi kartu debit diproses menggunakan sistem keamanan dan manajemen risiko milik Visa guna membantu melindungi pengguna dari aktivitas yang mencurigakan.

Sementara itu, dana pengguna disimpan di Cross River Bank, lembaga keuangan anggota Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC). Simpanan nasabah dijamin hingga US$250.000, sesuai ketentuan perlindungan deposito yang berlaku di Amerika Serikat

Ke depan, belum ada informasi resmi mengenai kapan layanan ini akan diperluas ke pengguna reguler maupun ke negara lain.