Technologue.id, Jakarta – Penyedia jaringan telekomunikasi, PT XL Axiata, Tbk (XL Axiata) mengajak pengguna setianya berkontribusi dalam program SMS Donasi (Xmart Donasi) untuk membantu korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Lebak Banten dan Bogor, Jawa Barat. Pogram tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini dibuka mulai 7 Januari hingga 2 Februari 2020.

Region Group Head XL Axiata Jabodetabek, Francky Rinaldo Pakpahan mengatakan, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Lebak dan Bogor mengakibatkan ribuan masyarakat di sana kehilangan harta benda. “Kami mengajak seluruh pengguna XL Axiata untuk berdonasi membantu korban lewat layanan Xmart Donasi ini,” lanjut Francky.

Baca Juga:
Cara Mengurus Ijazah dan Dokumen Rusak Akibat Banjir

Francky menambahkan, pelanggan XL Axiata bisa melakukan donasi pulsa menggunakan layanan Xmart Donasi melalui SMS dengan format DonasiXLPEDULInominal kirim ke 6116. Selain SMS, bisa juga dengan cara menghubungi *123*6116# pilih XLPEDULI dan masukan nominal pulsa yang ingin didonasikan. Nominal donasi mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 200.000 yang akan disalurkan langsung kepada para korban bencana.

“Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi dan mengucapkan rasa simpati yang mendalam untuk para korban dan semoga selalu diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” tutup Francky.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Lebak, Banten dan Kab. Bogor, ribuan korban masih menempati tempat-tempat pengungsian yang tersebar di beberapa wilayah di Kab. Lebak, seperti, Lebak Gedong, Cipanas, Sajira, Pajagan, Curugbitung, Maja dan Cimarga, sedangkan di Kab. Bogor berada di Desa Cisarua, Cileuksa, Kiarasari, Kiarapandak, Harkat Jaya, Urug, Pasir Madang, Jaya Raharja, Sukamulih dan Sipayung.

Baca Juga:
Pria Ini Mencak-mencak Soal Banjir Lewat Facebook

Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kab. Lebak dan Kab. Bogor ini diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi sejak awal pergantian tahun ditambah meluapnya Sungai Ciberang yang berhulu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Muncul juga dugaan maraknya pembalakan hutan di dua daerah tersebut, namun ditepis oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) lantaran belum ada bukti.