XL Axiata Jajal Pemanfaatan Teknologi 5G di Industri Pertanian dan Manufaktur

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Operator seluler XL Axiata sudah menggelar jaringan 5G secara komersial di Indonesia sejak 12 Agustus 2021 lalu.

Selain jaringan, salah satu ekosistem penting dalam implementasi 5G adalah ketersediaan kasus pemanfaatan atau use case yang memungkinkan kelangsungan pengembangan bisnis 5G.

Untuk itu, XL Axiata akan terus melakukan eksplorasi dan inkubasi hadirnya use case-use case 5G.

Baca Juga: XL Axiata Lulus ULO dari Kemenkominfo, Siap Gelar 5G

XL Axiata kini menggandeng IPB dan Politeknik Manufaktur (Polman) Astra untuk mengembangkan Internet of Things berbasis jaringan 5G.

Dengan kerja sama ini, XL Axiata dan kedua perguruan tinggi akan berbagi pengetahuan dan keahlian agar mampu menyediakan platform IoT di jaringan 5G guna memenuhi kebutuhan dunia usaha, khususnya sektor pertanian dan manufaktur.

Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, mengatakan bahwa kerja sama ini bisa menjadi bridging antara operator seluler dengan vertical industry yang memerlukan teknologi-teknologi terbarukan, terutama yang berkaitan dengan 5G.

“Kalau kita ngomongin 5G, kita ngomongin ekosistemnya siap atau tidak. Salah satu game changer itu adalah bagaimana kita memanfaatkan 5G ini untuk aplikasi-aplikasi vertical industry. Karena selama ini antara operator seluler dengan vertical industry seperti ada gap,” kata Gede, dalam acara penandatanganan perjanjian secara virtual pada Rabu (25/8/2021).

XL Axiata sendiri memiliki laboratorium pengembangan IoT bernama X-Camp. Nantinya melalui X-Camp, XL Axiata dan IPB serta Polman Astra akan berbagi pengetahuan dan keahlian untuk meningkatkan kompetensi.

Dengan begitu, ketiganya akan mampu menyediakan platform IoT di jaringan 5G, untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha, terutama sektor pertanian dan manufaktur.

Baca Juga: Kantongi Izin Operasi, Ini Persiapan XL Axiata Gelar 5G

Menurutnya, dengan kemampuan akses internet yang lebih cepat dan stabil, tersedianya jaringan 5G akan menjadi penggerak utama industri berbasis internet.

“Kita fokus di agrikultur, logistik, dan smart building. Dengan adanya X-Camp yang sebelumnya berbasis LTE, kini kita kembangkan berbasis 5G. Tentunya akan semakin baik, semakin cepat, dan semakin reliable,” tuturnya.

Salah satu use case dari solusi IoT IPB yang akan diaplikasikan menggunakan jaringan 5G XL Axiata adalah Melon Harvesting Robot. Teknologi ini dikembangkan IPB dan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Solusi ini bertujuan untuk menentukan waktu panen secara akurat dengan image processing. Implementasi 5G XL Axiata untuk mendukung real-time communication antara robot dengan cloud/server. Pengembangan selanjutnya adalah pembuatan robot prototype kedua untuk pruning daun melon.

Sementara, Polman Astra dan X-Camp akan turut menerapkan 5G pada Quality Auto Inspection. Ini merupakan yaitu solusi terkait quality control barang hasil produksi yang berbasis pada image processing, dilanjutkan dengan part delivery dengan drone hingga Auto Transfer РAGV (Automated Guided Vehicle).

Use case tersebut akan diterapkan di PT Akebono Brake Astra Indonesia. Selain itu, turut pula dikembangkan mesin CNC (Computer Numerical Control) yang akan didukung dengan konektivitas 5G sehingga bisa dikendalikan dari jarak jauh secara presisi.

Rencananya, kerja sama XL Axiata dengan kedua kampus akan berlangsung selama dua tahun ke depan.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories