Technologue.id, Jakarta – XL Axiata menerapkan kebijakan karyawan untuk bekerja dari rumah (work from home). Hal ini untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran virus Corona di lingkungan kerja, serta sejalan dengan himbauan pemerintah untuk melaksanakan social distancing.

I Gede Darmayusa, Chief Technology Officer XL Axiata, menjelaskan bahwa beberapa divisi di perusahaannya memang disarankan bekerja dari rumah. Namun khusus skeleton team yang bertugas untuk membuat keputusan taktis sehari-hari diwajibkan bekerja dari kantor seperti biasa. Pihak XL Axiata menjamin prosedur kesehatan bagi mereka yang stand by di kantor dan on site telah terpenuhi.

“Semua prosedur kesehatan kita punya, baik APD (alat perlindungan diri) maupun SOP yang ditetapkan oleh perusahaan,” kata Gede, saat live streaming Media Update – Peforma Jaringan XL Axiata Selama WFH & SFH, di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Baca Juga:
XL Axiata Catat Kenaikan Trafik Data Selama WFH dan SFH

Di sisi lain, jaringan XL Axiata mengalami lonjakan trafik data yang signifikan sepanjang sepekan masyarakat menerapkan bekerja dan belajar dari rumah.

Data dari pusat pemantauan jaringan Customer Experience and Service Operation Center menunjukkan kenaikan cukup tajam yaitu rata-rata sebesar 10% dibandingkan hari normal.

“Kenaikan trafik tertingginya mencapai 15 persen dibanding hari biasa. Pemicunya terutama adalah akses ke layanan data penunjang bekerja dan belajar dari rumah,” tutur Gede.

Baca Juga:
XL Axiata Tingkatkan Layanan Dukung Sistem Bekerja dan Belajar di Rumah

Gede menambahkan, hingga sepekan terakhir, pihaknya belum menambah kapasitas jaringan yang ada karena memang sudah dipersiapkan untuk bisa menampung kenaikan trafik hingga 2x dari trafik hari normal. Meski demikian, opsi untuk meningkatkan kapasitas selalu terbuka kapan saja dengan menyesuaikan pada kebutuhan pelanggan.

Selain itu, XL Axiata juga siap menjaga kualitas jaringan dengan mengerahkan semua kemampuan seperti layaknya saat menghadapi lonjakan trafik Lebaran. Beberapa langkah di antaranya adalah mengerahkan mobile BTS (MBTS) untuk lokasi-lokasi yang memerlukan, juga melakukan rekayasa pengalihan trafik ke jaringan yang lebih longgar.

“Kita sebagai operator akan selalu siap menghadapi segala kemungkinan yang muncul di hari-hari mendatang. Karena tanpa ada telekomunikasi, segala informasi tidak akan sampai. Meskipun sampai, tentu akan terlambat,” pungkasnya.