YouTube Klaim Berhasil Tekan Pembajakan Lagu, Kok Bisa?

Ilustrasi YouTube (source: Pixabay)

Technologue.id, Jakarta – Anda pasti sudah sering mendengar kisah orang-orang yang hidupnya berubah berkat YouTube. Ada juga warganet yang jadi berkantong tebal karena berkarya di platform berumur 12 tahun itu. Namun ternyata, masih ada dampak positif lain yang ditimbulkan perusahaan yang dipimpin oleh Susan Wojcicki itu.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh RBB Economics, kalau tak ada YouTube, 85 persen waktu yang dihabiskan di sana bakal teralokasikan untuk platform kurang kredibel lain yang amat berpotensi meningkatkan pembajakan. Studi yang melihat data YouTube secara eksklusif sembari menyurvei 6.000 pengguna dari Jerman, Italia, Prancis, dan Inggris itu menggali sejumlah aspek terkait transfromasi industri musik lewat YouTube.

Hal ini membuktikan bahwa YouTube turut berkontribusi terhadap perkembangan industri musik, terlebih di era digital seperti sekarang. Walaupun penjualan DVD atau kaset telah merosot, YouTube sudah memberikan kesempatan monetisasi lewat digital advertising dan langganan (subscription).

“Jika YouTube tak ada, waktu yang dihabiskan mendengarkan konten bajakan akan naik 29 persen. Ini artinya orang-orang sudah memilih YouTube ketimbang musik bajakan,” begitu salah satu temuan yang dikutip dari blog resmi Google (11/05/17).

Kalau dikaitkan dengan informasi terakhir, sepertinya temuan tersebut ada benarnya. Sebab MP3 terakhir diketahui sudah “mati” karena lisensi patennya tak diperpanjang. Bisa jadi, YouTube serta Spotify, JOOX, dan kawan-kawannya turut andil dalam peristiwa ini.

Anda sendiri, lebih suka mendengarkan musik dari YouTube, aplikasi streaming musik, atau file MP3 dari hasil download ilegal?

 

Baca juga:

Anak Muda Semakin Tinggalkan TV, Pilih YouTube

Gara-Gara Upload Video di YouTube, Suami Istri ini Kehilangan Anaknya

Edukasi Pelanggan, XL Gratiskan Kuota YouTube Seharian