Technologue.id, Jakarta – Belum setahun hadir meramaikan pasar e-commerce di Indonesia, Alfacart.com sudah punya jaringan online-to-offline (O2O) hingga 8.000 titik untuk pengambilan barang dan 12 ribuan tempat pembayaran di Alfamart. Perusahaan ini mengaku bahwa pelanggannya sudah punya kategori favorit di layanannya.

Adik kandung Alfamart itu mengungkapkan kategori groceries atau kebutuhan sehari-hari jadi produk paling diincar pelanggannya. Fakta itu berbeda dengan perusahaan belanja online lain yang punya produk terlaris dari kategori gadget dan fashion.

Haryo Suryo Sutjahyo, Chief Operating Officer merangkap Chief Marketing Officer Alfacart menyatakan sejak Mei 2016, pelanggan Alfacart yang berbelanja groceries paling tinggi dengan angka capaian 48,4 persen.

“Kita (Alfacart) tulang punggungnya groceries, makanya dari pembagian penjualan kita paling banyak di groceries. Tapi yang paling mengejukan, kedua itu penjualan produk lifestyle, kemudian gadget, dan fashion,” ujar Haryo ditemui Technologue.id.

Berdasarkan data laporan perusahaan, penjualan produk groceries jadi juara dengan angka sebesar 48,4 persen, disusul lifestyle 33,08 persen, gadget dan elektronik 11,67 persen serta fashion dengan angka capaian 6,85 persen.

“Bicara e-commerce manapun, peringkat penjualan pertamanya selalu gadget atau fashion, lalu belanja groceries paling belakangan, biasanya. Di Alfacart justru faktanya orang sudah mulai belanja groceries dan itu kategori paling besar, itu sebenarnya bisa dibilang Alfacart sudah mulai mature untuk belanja groceries,” imbuhnya.

Keunikan lainnya tampak dari pasar terbesar pengguna Alfacart yang berasal dari Jawa Timur, khususnya di Malang dan Sidoarjo yang tercatat paling besar bagi e-commerce yang melayani Online to Offline (O2O) ini. Padahal, sebagian besar layanan belanja online lain punya basis pengguna terbesar di kawasan Jabodetabek.

Secara persenta sepengguna dari Jawa Timur menguasai pasar Alfacart dengan 42 persen, disusul Jabodetabek 33,69 persen, dan Jawa Tengah 17,66 persen. Apabila dilihat berdasarkan kota, Malang berada diurutan teratas dengan 12,061 persen, DKI Jakarta 12,212 persen, dan Sidoarjo 6,061 persen.

“Data transaksi Alfacart ini sangat menggembirakan bagi kami, karena selain disambut baik oleh pasar, tetapi juga kami menemukan fakta baru bahwa pasar e-commerce tidak lagi terkonsentrasi di wilayah Jakarta saja. Wilayah di luar Jakarta merupakan pasar yang harus kami cermati agar kian tepat menghadirkan layanan yang sesuai dengan kateristik kebutuhan pelanggan,” jelas Ernest Tjahjana, Chief Commercial Officer Alfacart.

Baca juga :
8.000 Alfamart Jadi Tempat Ambil Belanjaan Alfacart.com
Alfacart.com Siapkan Inovasi Anyar Jelang 2017
Konsumen Harbolnas 2016 Beringas, BliBli.com Tambah Diskon Lagi