Technologue.id, Jakarta – A10 Networks resmi memperkenalkan A10 AI Gateway, platform yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara terpusat.
Solusi ini berfungsi sebagai control plane untuk mengatur penggunaan berbagai agen AI, aplikasi berbasis AI, hingga Large Language Model (LLM) yang digunakan dalam organisasi.
A10 AI Gateway menyediakan sejumlah kemampuan, mulai dari perutean model AI, pemantauan biaya, kontrol akses, keamanan, hingga tata kelola. Dengan begitu, perusahaan dapat mengetahui bagaimana AI digunakan sekaligus menentukan model yang sesuai untuk setiap kebutuhan.
Kehadiran solusi ini didorong oleh semakin luasnya penggunaan AI di lingkungan perusahaan. Banyak organisasi kini mengintegrasikan agen AI dan AI generatif ke dalam aplikasi bisnis.
Namun, penggunaan berbagai model dan penyedia AI juga membuat pengelola IT menghadapi tantangan baru. Perusahaan perlu mengetahui model apa yang digunakan, berapa biaya yang dikeluarkan, siapa yang memiliki akses, serta apakah penggunaan AI sudah memenuhi kebijakan keamanan dan tata kelola perusahaan.
Menurut A10 Networks, kebutuhan pemrosesan AI juga tidak selalu sama. Sebagian permintaan hanya membutuhkan tugas sederhana, sementara permintaan lainnya memerlukan kemampuan penalaran yang lebih kompleks.
Karena itu, perusahaan membutuhkan sistem yang dapat memilih model sesuai kebutuhan, sekaligus menjaga kinerja dan mengendalikan biaya.
A10 AI Gateway dirancang untuk mengevaluasi jenis dan tingkat kompleksitas setiap permintaan AI. Sistem kemudian dapat mengarahkan permintaan tersebut ke model yang dianggap sesuai berdasarkan konten permintaan dan kebijakan yang telah ditetapkan.
Misalnya, tugas sederhana dapat diarahkan ke model yang lebih hemat biaya. Sementara itu, pekerjaan yang membutuhkan penalaran lebih kompleks dapat diteruskan ke model dengan kemampuan lebih tinggi.
Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menghindari penggunaan model AI berbiaya tinggi untuk setiap permintaan.
Platform tersebut juga dapat terhubung dengan sistem direktori lokal yang sudah digunakan perusahaan. Dengan integrasi ini, aturan akses dan perutean dapat diterapkan berdasarkan pengguna atau kelompok tertentu.
Sebagai contoh, tim teknik dan tim keuangan dapat diberikan akses ke model AI serta kebijakan penggunaan yang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing.
Selain mengatur perutean, A10 AI Gateway menyediakan pemantauan penggunaan AI secara terpusat.
Platform ini menawarkan pelacakan biaya setiap permintaan secara real-time dalam satuan dolar. Perusahaan juga dapat menetapkan anggaran token berdasarkan model atau tim, lengkap dengan batas penggunaan dan peringatan ketika penggunaan mendekati batas.
Kontrol penggunaan seperti Transactions Per Minute (TPM) dan Requests Per Minute (RPM) juga dapat diterapkan berdasarkan kunci akses atau tim.
Dengan fitur tersebut, perusahaan dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai penggunaan AI sekaligus mengontrol pengeluaran yang muncul dari penggunaan berbagai model.
A10 AI Gateway juga menjadi bagian dari portofolio keamanan AI A10 Networks yang sudah ada, termasuk TrojAI, A10 AI Firewall, dan ThreatX.
Menurut perusahaan, rangkaian solusi tersebut dirancang untuk mendukung keamanan AI di berbagai tahapan, mulai dari pengujian sebelum penerapan, perlindungan saat sistem berjalan, hingga pengamanan pada lapisan jaringan dan API.
CEO A10 Networks Dhrupad Trivedi mengatakan perusahaan saat ini dituntut untuk bergerak cepat dalam mengadopsi AI, tetapi tetap harus mempertahankan kendali terhadap teknologi tersebut.
“A10 AI Gateway memberikan organisasi satu platform kontrol cerdas untuk memantau bagaimana AI digunakan, mengatur siapa yang dapat mengakses model mana, dan mencocokkan setiap permintaan dengan model yang tepat dengan biaya yang tepat,” ujar Trivedi.
Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan memperluas penggunaan AI tanpa harus mengorbankan aspek pengendalian dan tata kelola.
A10 AI Gateway tersedia dalam bentuk perangkat lunak mandiri maupun dengan perangkat keras terintegrasi.
Platform ini juga dapat dijalankan sepenuhnya di lingkungan milik pelanggan, termasuk on-premises, private cloud, maupun lingkungan air-gapped yang tidak terhubung langsung dengan jaringan eksternal.
Model penerapan tersebut memungkinkan perusahaan mempertahankan kendali atas model AI, data, serta kebijakan penggunaan. A10 juga menyoroti kemampuan ini sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan data.
A10 AI Gateway dijadwalkan tersedia pada kuartal IV 2026.