Technologue.id, Jakarta – Sebagai penampung 1,7 miliar penduduk Bumi, Facebook sudah biasa menjadi alat untuk menyebarkan kabar, baik yang terbaru, penting, atau sekadar menarik. Anda pun pasti pernah setidaknya sekali seumur hidup membagikan link artikel dari sebuah situs ke News Feed teman ataupun membaca tautan dari seorang teman yang berseliweran di beranda Anda. Sayangnya, tak semua link berita yang dibagikan di Facebook akurat dan memuaskan pembacanya.
Facebook mencoba mengatasi permasalahan yang dialami banyak penggunanya ini. Dalam pernyataan resminya (4/8/16), jejaring sosial bikinan Mark Zuckerberg itu menyatakan perang terhadap
clickbait alias artikel yang punya judul heboh, tetapi ternyata isinya tidak sesuai apa yang sudah digembor-gemborkan.
Mereka telah membuat algoritma khusus untuk mendeteksi
clickbait, berdasarkan analisis manual terhadap kata atau frase yang kerap tercantum di artikel menyesatkan tersebut. Tentunya sistem ini akan diperkuat seiring berjalannya waktu. Secara kasat, metode ini dikatakan mirip dengan cara kerja filter email spam.
Bagi user, algoritma ini tentunya akan membuat pengalaman mereka memakai Facebook semakin nyaman. Sebab, Facebook bakal menempatkan berita yang mengandung
clickbait di urutan terbawah News Feed seseorang. Harapannya, komunikasi antar netizen akan lebih jujur dan tidak mengada-ada.
Sementara bagi media dan Page yang selama ini bergantung pada
clickbait untuk mendatangkan
page view, Facebook tetap membuka 'pintu taubatnya'. Semisal ada website yang terlanjur tercoreng namanya oleh
clickbait, medsos berusia 12 tahun itu bisa saja tak lagi menempatkan link mereka di bagian bawah beranda user-nya, andaikan situs bersangkutan sudah meninggalkan cara curang tersebut.
Baca juga:
JANGAN MACAM-MACAM DENGAN BOS FACEBOOK!
FACEBOOK KINI TAMPUNG 1,7 MILIAR PENGHUNI BUMI
TWITTER LUNCURKAN #BLUEROOM, INDONESIA JADI YANG PERTAMA DI ASIA TENGGARA