Dicurigai bentuk kartel, XL-Indosat dilaporkan ke KPPU

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Dua perusahaan operator telekomunikasi selular, Indosat Ooredoo dan XL Axiata diadukan ke Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU). Keduanya dilaporkan karena membentuk perusahaan patungan di bidang telekomunikasi, One Indonesia Synergy.

“Pembentukan perusahaan kedua perusahaan tersebut berpotensi kartel,” seperti diungkap Rofiq Setyadi selaku Ketua Forum Masyarakat Peduli Telekomunikasi Indonesia selepas mengirim laporan ke kantor KPPU di Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Rofiq menambahkan bahwa pihaknya sudah tiga kali melaporkan kasus dugaan kartel ini ke KPPU mulai dari Agustus, September sampai Oktober. “Kami hari ini datang untuk melengkapi berkas yang sudah diterima dengan baik oleh KPPU,” jelas Rofiq.

Dalam laporannya, Rofiq Setyadi mengatakan, pembentukan perusahaan patungan XL dan Indosat tersebut menyalahi UU No. 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

“Apalagi keduanya bermain di bisnis yang sama. Kita khawatir ini akan menimbulkan kartel. Indikasi ini juga dirasakan oleh KPPU saat kami melapor, dan mereka berjanji untuk memproses laporan ini,” jelas Rofiq lebih lanjut.

Rofiq menilai pembentukan perusahaan patungan antara XL dan Indosat ini sebagai persiapan bila PP No 52/2000 tentang Penyelenggaran Telekomunikasi dan PP 53/2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi rampung direvisi.

Dalam revisi PP 52 dan PP 53 memungkinkan operator untuk melakukan sharing aktif yakni satu perangkat digunakan bersama dan frekuensi digabung. “Namun, sampai saat ini revisi PP-nya belum ditandatangani. Tapi perusahaan patungannya sudah dibentuk,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Muhammad Ketua KPPU menyatakan akan mengecek terlebih dulu laporan yang masuk yang berisi dugaan kartel yang dilakukan dua perusahaan terlapor sebelum memprosesnya lebih lanjut. “Saya cek dulu isinya,” ujar Syarkawi.

Sekedar informasi, Indosat dan XL membuat perusahaaan patungan bernama PT One Indonesia Synergy yang bertujuan meningkatkan jaringan. Kedua perusahaan tersebut sebenarnya memang sudah cukup lama bekerja sama menyelenggarakan 4G LTE.

“Joint venture ini akan fokus pada perencanaan bersama dengan tujuan untuk mengeksplorasi setiap inisiatif kerja sama jaringan yang layak di masa mendatang,” terang President Director & CEO XL Dian Siswarini saat membentuk perusahaan patungan tersebut.

Sedangkan President Director & CEO Indosat, Alexander Rusli mengatakan, pembentukan usaha patungan tersebut akan membantu memperkecil biaya modal dan operasional masing-masing operator. “Contohnya dalam hal penyediaan menara, base transceiver station (BTS), radio access network (RAN), dan sebagainya,” jelas Alexander.

Baca juga :
ANALIS PREDIKSI PENURUNAN TARIF INTERKONEKSI RANGSANG PERANG HARGA
PERKENALKAN STREAM ON, INDOSAT GRATISKAN STREAMING MUSIK DAN VIDEO
MASUKI USIA 20 TAHUN, XL OPTIMALKAN JARINGAN MOBILE BROADBAND

- Advertisement -

Latest News

Related Stories