Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
KCIC Adopsi Teknologi CTSC 3 Pertama di Luar China
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Operasional Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengandalkan seluruh teknologi yang dikembangkan oleh China Railway Signal & Communication (CRSC) agar dapat berjalan seamless dalam setiap perjalanan.

Liu Jieping, Deputy Chief Engineer CRSC mengatakan bahwa pihaknya menggunakan Chinese Train Control System (CTSC) 3 untuk proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung tersebut. Teknologi sistem kendali kereta tersebut merupakan yang pertama digunakan di luar Tiongkok.

Baca Juga:
Huawei Pastikan Jaringan Komunikasi Andal Dukung Operasional KA Cepat Whoosh

"Untuk proyek kereta cepat ini, kita menggunakan CTSC level tiga dan complete set independent system yang dibuat oleh CRSC. Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB) ini merupakan project Kereta Cepat yang pertama menggunakan seluruh sistem faktor dan semua rantai industri yang diimplementasikan di luar China," ujar Liu saat Kunjungan dan Experience , Selasa (26/9/2023).

Dijelaskan Liu, CTSC level 3 akan semakin meningkatkan aspek keamanan, kualitas pelayanan, dan efisiensi dari operasional KA Cepat Whoosh ini.

Sistem ini sendiri telah diadopsi pada kereta cepat di China sejauh lebih dari 40 ribu kilometer. Teknologi ini dikatakan Liu bisa bekerja secara baik tanpa terkendala geografi Indonesia.

Baca Juga:
Pendapatan Huawei, Nokia dan ZTE Alami Kenaikan Berkat Bisnis Nirkabel 5G

Sementara itu, CRSC juga bekerjasama dengan perusahaan infrastruktur jaringan Huawei dalam aplikasi sistem jaringan komunikasi.

Sistem persinyalan nirkabel kereta ke darat di jaringan KA Cepat Whoosh menggunakan solusi Huawei yang sudah teruji keandalannya dan menggunakan arsitektur interleaved yang mampu menyediakan koneksi kuat tanpa jeda untuk meminimalkan kegagalan komunikasi.

Lai Chaosen Vice President, Huawei Indonesia menjelaskan, sistem transmisi persinyalan KA Cepat Whoosh juga didukung oleh perangkat Hybrid MSTP generasi terbaru dari Huawei, yang mampu beroperasi di sistem bandwith besar dan memiliki stabilitas tinggi untuk digunakan pada lebih dari 20 sistem.

"Seperti sistem tanggap kecelakaan kereta cepat, pengiriman data video pengawasan, pengendalian daya listrik dan penjualan tiket kereta. Solusi ini dapat mendukung perkembangan dan evolusi bisnis kereta cepat di masa depan," tuturnya.

Sebagai informasi sistem komunikasi di perkeretaapin berbeda dengan jaringan komunikasi yang disediakan oleh operator telekomunikasi pada umumnya. KCIC ini menggunakan frekuensi 936 sampai 940 MHz.

Sistem komunikasi yang khusus buat kereta cepat ini terdiri dari nirkabel dan kabel yang mereka pasang fiber optik sendiri.

SHARE:

Qualcomm Luncurkan Modem Snapdragon X80 5G di Ajang MWC 2024

Dibanderol Rp4,6 Miliaran, Mobil Terbang Alef Bakal Diproduksi Akhir 2025