Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Kok Amazon Bisa Rekrut 100 Ribu Pegawai Per Tahun? Ini Rahasianya
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Januari lalu, klaim Amazon cukup menggemparkan Amerika Serikat. Di tengah perekonomian global yang cenderung tak menentu, mereka mengaku siap menjadi penggerak roda ekonomi negaranya dengan memberikan 100 ribu lapangan pekerjaan baru bagi warga AS dalam 18 bulan ke depan. Target ini sekilas tampak mengada-ada, walau kalau dilihat dari fakta di lapangan masih memungkinkan. Menurut data dari GeekWire (02/02/17), total karyawan Google dan Microsoft saat ini kalau digabung pun belum mampu menyaingi populasi pegawai Amazon, yakni berkisar di 300 ribuan. Dengan berniat menambah 100 ribu pegawai, artinya calon pasukan kerja Amazon hampir setara dengan total pegawai Microsoft saat ini. [caption id="attachment_12976" align="alignnone" width="630"] Perbandingan total pegawai Amazon, Microsoft, dan Google (source: Geekwire)[/caption] Kabar ini tentu mencengangkan, tapi juga menimbulkan tanda tanya. Bagaimana sebuah perusahaan digital bisa semampu itu dalam menggaji ratusan ribu karyawan. Ternyata, kuncinya ada di jenis pekerjaan yang disediakan Amazon. Besar kans, Amazon akan merekrut orang untuk keperluan pengiriman atau pergudangan. Singkatnya pekerjaan yang lebih berkaitan dengan fisik. Gajinya pun relatif rendah, walau Amazon juga diketahui rela memberikan tambahan. Hal ini berkaitan dengan fakta yang dikutip dari TheVerge (03/02/17). Disebutkan bahwa perusahaan yang dirintis oleh Jeff Bezos itu di semester kedua 2016 telah menambah 23 warehouse baru. Setidaknya dari segi kuantitas, Amazon dapat dipandang berhasil membuka lapangan pekerjaan yang luas. Yang jadi pertanyaan, akan seperti apa kelangsungan strategi ini bagi Amazon, masyarakat, dan negara?   Baca juga: Shopee Kena ‘Pelet’ Netizen Indonesia AXIQoe.com Resmi Menjadi Penyedia E-Katalog LKPP Honestbee Hadirkan Pelayanan Belanja dan Pengiriman Online

SHARE:

Sering Salah Pesan, McDonald's Setop Layanan Drive-Thru AI

Setelah Isu Keamanan, AS Tuding TikTok Langgar Privasi Anak