Technologue.id, Jakarta - LinkedIn kini sudah memiliki pengguna aktif di seluruh dunia yang mencapai lebih dari 450 juta member. Indonesia sendiri terdapat 6 juta pengguna yang sudah terdaftar di LinkedIn. Pencapaian luar biasa ini, LinkedIn turut membantu para
entrepreneur muda yang mulai merintis startup di Indonesia.
Menurut Frank Koo,
Head of Talent Southest Asia LinkedIn "sebesar 25 persen
entrepreneur Indonesia aktif membangun jaringan mereka melalui LinkedIn," Artotel, Thamrin (25/10/16).
Sedangkan 24 persen terkoneksi ke sesama
entrepreneur Indonesia dan luar negeri, salah satunya negara Amerika Serikat, Singapura, dan India. Para
entrepreneur lokal memanfaatkan LinkedIn untuk mengasah ilmu dari para
entrepreneur yang sudah sukses, sembari mencari informasi yang ingin ditekuni.
"Setiap startup muda harus membangun
personal branding dan
employee branding untuk membangun reputasi perusahaan mereka," tambah dari Frank.
Karena
personal branding bertujuan untuk menarik orang-orang agar bergabung dengan perusahaan yang dilakoni, sedangkan
employee branding seperti memperkenalkan secara profesional ke masyarakat, apa perusahaan Anda, supaya dapat dikenal lebih jauh.
Salah satu
entrepreneurship sukses asal Indonesia yang sudah memanfaatkan jaringan LinkedIn adalah, Sammy Ramadhan - co founder CEO Goers app dan Merrie Elizabeth - founder & business development Blobar Co.
Sebagai CEO Goers app, Sammy Ramadhan menggunakan LinkedIn sebagai sarana belajar, mencari ide, hingga merekrut karyawan melalui LinkedIn untuk mengembangkan bisnisnya.
"LinkedIn membantu saya untuk memperluas koneksi, membangun
personal branding dan mengembangkan potensi bisnis saya. Dengan memanfaatkan fitur message untuk bisa berdialog ke sesama pengguna LinkedIn lainnya," tutur Sammy.
Sedangkan Merie Elizabeth selaku pendiri Blobar yang sudah dirintis hingga saat ini, juga sama menggunakan LinkedIn untuk belajar dan membangun
personal branding didalam bisnisnya.
Karena menurutnya, "pemanfaatan digital seperti LinkedIn, kita terkoneksi dengan para profesional
entrepreneur lain untuk menggali informasi, agar terwujudnya ide dan inovasi bisnis," ungkap Merie.
Informasi data dari LinkedIn, biasanya
entrepreneur Indonesia sering menggeluti bisnisnya dalam lima kategori yaitu, pakaian dan fesyen, makanan dan minuman, desain, layanan dan teknologi informasi, kemudian peralatan serta perlengkapan bisnis.
Baca Juga:
TIPS TINGKATKAN PERSONAL BRANDING DI LINKEDIN
INI ALASAN LINKEDIN JUAL DIRI KE MICROSOFT
BILL GATES KOMENTARI MAHALNYA NILAI AKUISISI LINKEDIN