Technologue.id, Jakarta – Nasib HTC makin di ujung tanduk. Laporan keuangan terbaru mereka pada kuartal kedua 2018 membuktikan bahwa keuangan perusahaan asal Taiwan tersebut masih minus. Hal ini mungkin bagi orang HTC sendiri tak mengherankan, karena mereka sudah berada dalam kondisi yang sama dalam 10 kuartal terakhir.

Melansir GSMArena.com (08/09/2018), HTC mencatatkan revenue sebesar TW$6,8 miliar (sekitar Rp3,2 triliunan). Jumlah itu, sayangnya, 58 persen lebih rendah dari perolehan tahun lalu. HTC pun mengalami kerugian sebesar TW$2,09 miliar (Rp1 triliunan).

Baca juga:

Samsung Galaxy S10 Akan Pakai Bezel “Aneh”?

Untuk saat ini dan sejak dua tahun terakhir, pemasukan HTC disokong oleh bisnis virtual reality (VR)-nya. Wang Xuehong, founder sekaligus chairman HTC, pun sebelumnya telah mengatakan kalau pihaknya akan lebih fokus ke pasar VR atau augmented reality (AR).

Baca juga:

Benchmark Razer Phone 2 Bocor, Memori Internalnya 512GB!

Sebagai gambaran, di sektor smartphone, HTC tak lagi bertaji, walau tahun ini mereka mencoba aktif dengan meresmikan lima handset anyar. Sayang, perangkat seperti Desire 12 atau U12 Plus belum dapat mengangkat pamor perusahaan yang dikomandoi oleh Cher Wang ini.

Baca juga:

Microsoft Rilis Laptop dan PC Baru Bulan Depan?

Namun, sepertinya mereka menolak untuk berpangku tangan. Menukil TechSpot.com (09/09/2018), belum lama ini, Senior Radio-Frequency Designer HTC, Kevin Duo, menyiarkan kabar kalau perusahaannya berencana merilis smartphone yang sudah mendukung jaringan 5G dan dibekali dengan bakal calon chipset tercanggih Qualcomm, Snapdragon 855.

Sayang, belum jelas kapan handset itu akan dirilis. Mungkin masih lama, karena Snapdragon 855 saja ditargetkan baru bakal tiba pertengahan tahun depan.