Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
5 Mitos Seputar ChatGPT yang Perlu Kamu Ketahui
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - ChatGPT menarik perhatian hampir semua kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja profesional. Kemampuan ChatGPT yang unik menjadi daya tarik seseorang untuk menggunakannya.

Pengguna yang terkesima dengan kehebatan ChatGPT cenderung asyik dan mungkin saja menelan mentah-mentah hasil pekerjaan teknologi tersebut. Padahal, tools yang dikembangkan OpenAI ini nyatanya tidak 100 persen informasi yang tersaji selalu akurat.

Baca Juga:
Fokus Kembangkan Perangkat Lunak, Google Tutup Proyek Kacamata AR

Seseorang juga mungkin percaya bahwa ChatGPT menjadi pintu gerbang bagi hilangnya beberapa pekerja manusia dan masih banyak mitos-mitos lainnya yang kamu perlu ketahui.

Berikut ini beberapa mitos terkait ChatGPT, dikutip Slashgear.

ChatGPT Sadar Diri dan "Hidup"
Tren berulang dalam fiksi ilmiah selalu menonjolkan bahwa teknologi menjadi sadar diri. Mungkin mitos terbesar ChatGPT adalah bahwa kecerdasan buatan itu "hidup", dan kita akan segera melihat munculnya robot pembunuh.

Akan tetapi, faktanya ialah ChatGPT tidak "hidup", ia bekerja didasarkan pada model bahasa dan menggunakan pembelajaran mesin. Artinya ia dapat membuat respons yang sekilas terlihat sangat manusiawi. Namun, ChatGPT hanya mensintesis informasi yang sudah tersedia, dan tidak mampu berpikir secara mandiri.

ChatGPT Selalu Akurat
Mengingat ChatGPT dibangun dari model bahasa dan pembelajaran mesin, beberapa orang mungkin percaya bahwa ChatGPT tidak mengalami kesalahan. Nyatanya, ChatGPT menjaring internet untuk membuat apa pun yang diminta pengguna.

Bukan berarti ia selalu benar, bahkan chatbot ini dalam satu percakapan menulis, "Saat Anda mengajukan pertanyaan kepada saya, saya menganalisis bahasa yang digunakan dalam pertanyaan Anda dan membandingkannya dengan pola dan struktur bahasa dalam data pelatihan saya untuk menghasilkan respons. Namun, perlu diketahui bahwa respons saya dihasilkan berdasarkan pola statistik dalam data, dan mungkin tidak selalu sepenuhnya akurat atau terkini".

ChatGPT akan Mengambil Pekerjaan
Beberapa percaya bahwa ChatGPT akan membuat sebagian besar pekerjaan digantikan oleh mesin atau teknologi. Resume Builder mengatakan bahwa 48% perusahaan yang menggunakan ChatGPT telah mengganti pekerjanya, tetapi ini bukan gambaran keseluruhan.

Beberapa pekerjaan telah merasakan dampak kecerdasan buatan, seperti ChatGPT dan layanan pelanggan otomatis, dan ada pekerjaan yang membutuhkan tugas yang membosankan dan berulang seperti entri data yang dapat didominasi oleh teknologi semacam ChatGPT.

Sebagian besar pekerjaan seharusnya relatif aman, dengan beberapa profesi benar-benar menggunakan ChatGPT sebagai alat tambahan dan bukan pengganti orang.

ChatGPT Menggantikan Interaksi Manusia
Beberapa orang mungkin percaya bahwa ChatGPT dapat menggantikan interaksi manusia, persis rumor seperti kemampuan ChatGPT mencuri pekerjaan.

Orang-orang dipenuhi dengan emosi, pikiran, dan motivasi berbeda yang berasal dari pengalaman, dan meskipun ChatGPT pandai meniru bahasa dan interaksi manusia, ia tidak memiliki kemampuan untuk memahami apa yang ditulis dan diproduksinya.

Kecerdasan buatan seperti ChatGPT dapat melakukan tugas dalam parameter terbatas. ChatGPT, dalam bentuknya saat ini tidak akan pernah bisa mereplikasi kreativitas, intuisi, dan kecerdasan emosional yang nyata seperti manusia.

Baca Juga:
Sejumlah Karyawan Waze Bakal Kena PHK Imbas Integrasi Google Ads

ChatGPT Hanya Orang yang Pura-Pura Menjadi AI
Mungkin salah satu mitos paling menarik tentang ChatGPT adalah bahwa ini sama sekali bukan program kecerdasan buatan. Teori ini menyatakan bahwa ChatGPT sebenarnya hanyalah orang yang berpura-pura menjadi chatbot, dan itulah mengapa respons aplikasi tampak begitu alami.

Teori tersebut terasa janggal mengingat ChatGPT menangani sekitar 10 juta permintaan setiap hari. Jika ChatGPT hanyalah manusia biasa, diperlukan pasukan penulis yang benar-benar berpengalaman dalam segala jenis informasi untuk dapat memproses permintaan tersebut dengan kemanfaatan yang sama seperti yang dilakukan AI sekarang.

SHARE:

4 Smartphone Terkini yang Punya Fitur Canggih Berbasis AI

Elon Musk Pamer Superkomputer Dojo D1 dengan 8.000 GPU Nvidia H100