Technologue.id, Jakarta – Libur Lebaran tahun 2018 mencatat jumlah pemudik sebanyak 19,5 juta orang di Indonesia. Tahun ini, Kementerian Perhubungan memprediksi bahwa jumlah pemudik akan menyusut, turun sekitar 6 persen menjadi 18,29 juta orang.

Peningkatan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah meningkatnya biaya akomodasi dan transportasi. Dari total angka tersebut, moda transportasi yang paling banyak digunakan pemudik adalah bus (30%), mobil pribadi (28,9%), kereta api (16,7%), pesawat (9,5%), dan yang paling sedikit adalah sepeda motor (6,3%).

Mudik merupakan tradisi yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi yang sedang merantau. Libur Lebaran yang cukup panjang memungkinkan para perantau untuk pulang dan merayakan hari kemenangan bersama dengan keluarga di daerah asal.

Baca juga:
Sambut Pemudik, Indosat Ooredoo Siapkan 34 Posko

- Advertisement -

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari sensus penduduk terakhir (tahun 2010), setidaknya 12% dari 237 juta populasi Indonesia merupakan perantau, yaitu 28,4 juta orang. Provinsi dengan angka perantau tertinggi adalah Jawa Tengah, sementara Provinsi Jawa Barat menerima perantau paling banyak di Indonesia.

Menjelang momen Lebaran 2019, Traveloka ingin membantu para perantau untuk mudik dengan lancar dan nyaman, entah itu menggunakan transportasi laut, udara, maupun darat. Salah satunya adalah dengan mengadakan berbagai promo menarik agar pengguna dapat menikmati potongan harga yang ekonomis.

Selain menawarkan tiket dari berbagai moda transportasi dan akomodasi, Traveloka juga menyediakan fasilitas lain yang dapat melancarkan perjalanan, mulai dari pilihan transportasi dari dan ke bandara, voucher makanan, hingga tiket ke tempat-tempat wisata di destinasi.