Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Adopsi Digital, Pinang Pinjami Uang Rp 20 juta Tak Sampai 5 Menit
SHARE:

Technologue.id, Pangkal Pinang - Bank Rakyat Indonesia mengaku tengah getol mengadopsi teknologi digital terbaru untuk meningkatkan efisiensi layanan dan produknya. Salah satu produknya berupa aplikasi yang memungkinkan pinjaman uang disetujui hanya dalam hitungan menit. Produk keuangan berbasis aplikasi dari BRI tersebut diberi nama Pinang alias Pinjam Tenang. Produk yang menyerupai lending finteh ini telah bisa dinikmati bagi pengguna Android melalui Google App Store. Produk BRI ini diklaim bisa digunakan oleh nasabah untuk mengajukan permohonan pinjaman tanpa agunan secara sederhana, tanpa proses rumit. Beberapa pinjaman yang bisa dipilih oleh nasabah adalah biaya pengobatan, sekolah, keperluan rumah tangga dan renovasi rumah. "Pinang ini merupakan salah satu produk berbasis digital kami yang memberikan efisiensi secara waktu dan tenaga. Proses pengajuan pinjaman lewat Pinang hanya perlu waktu tak sampai 5 menit untuk verifikasi sampai disetujui, karena data kita sudah terintegrasi," kata Kaspar Situmorang, EVP Digital BRI. Ia juga mengklaim aplikasi Pinang telah memanfaatkan teknologi digital secara optimal dengan sistem digital verification, digital scoring, dan digital signature. "Akan lebih cepat kalau nasabahnya juga menggunakan rekening miliknya untuk payroll gajinya karena membantu proses verifikasi," tambah Kaspar. Apabila disetujui, nasabah bisa mendapat pinjaman tanpa agunan dengan limit hingga Rp20 juta. Tenor mulai dari 1 hingga 12 bulan dengan metode pembayaran yang fleksibel. Angsuran dapat dibayar melalui transfer/ATM maupun melalui agen Pinang. Pinang sendiri diklaim memberikan layanan, jasa, dan bunga yang kompetitif bagi masyarakat yang hendak melakukan peminjaman. Melalui proses yang cepat, murah, dan aman, serta plafon yang bersaing, serta diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat produk ini diklaim akan sangat diminati masyarakat.

SHARE:

9 Juni, Activision Umumkan Detail Call of Duty: Black Ops 6

Kontroversi Elon Musk, Tantang Presiden Rusia hingga Pecat CEO Twitter