Technologue.id, Jakarta – Tidak dapat diragukan lagi jika perangkat iOS merupakan perangkat paling aman jika dibandingkan dengan perangkat dengan OS lain. Saking amannya, pihak Apple pun enggan memberikan ‘backdoor’ iOS kepada pihak kepolisian, contohnya seperti kasus penembakan di San Benardino, 2016 lalu.

Baca juga: 

Sebentar Lagi, Kita Bisa Menggambar di Udara Pakai Apple Stylus

Namun nampaknya, keamanan di perangkat berbasis iOS sebentar lagi tak seaman sebelumnya. Hal ini dikarenakan sebuah kode iBoot – bootloader bagi iOS – yang merupakan “rahasia terbesar” iOS telah dicuri oleh seorang karyawan magang Apple.

- Advertisement -

Yang parahnya lagi, sang karyawan magang tersebut dikabarkan memposting kode iBoot di GitHub. GitHub sendiri merupakan situs bagi para pengembang software memposting kode aplikasi mereka, yang biasanya sebuah aplikasi open soucre.

Baca juga: 

Tak Perlu ke Dokter, Apple Watch Bisa Deteksi Diabetes!

Tentu saja, pihak Apple pun kebakaran jenggot. Melansir dari laman PhoneArena.com (12/02/2018), perusahaan asal Cupertino tersebut langsung meminta GitHub untuk menghapus laman tersebut, sebelum rahasia ini bocor lebih luas lagi.

Untungnya, kode iBoot yang bocor tersebut merupakan kode iBoot untuk iOS 9. Namun sayangnya, beberapa kode tersebut masih dipakai oleh Apple di sistem iOS 11 untuk menjalankan perangkat mereka.

Baca juga: 

iPhone 7 Tak Dapat Sinyal, Apple Tawarkan Perbaikan Gratis

Salah satu penulis buku mengenai iOS dan Mac OSX, Jonathan Levin mengatakan bahwa ini adalah sebuah hal yang mengkhawatirkan. Dia mengatakan bahwa dengan menggunakan kode ini, para peretas dapat melakukan reverse engineering dan membuat serangan terhadap perangkat iOS.

“Kode sumber ‘iBoot’ adalah milik dan merupakan hak cipta Apple. Ini bukan open source,” ujar Levin.

Hingga saat ini, pihak Apple masih enggan memberikan komentar terhadap langkah apa yang akan dilakukan oleh mereka terkait hal tersebut. Yang pasti, bisa saja jutaan perangkat iOS kini terancam akan terjangkit malware.